GridOto.com - Dua overlander Indonesia, Rial Hamzah dan Adet Vriono, berhasil mencapai Everest Base Camp North Face di Tibet, China, dalam ekspedisi bertajuk Ride To The Roof Of The World (17/05).
Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia touring nasional karena dilakukan menggunakan sepeda motor berpelat Indonesia di kawasan yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling ekstrem di dunia.
Perjalanan menuju kawasan Gunung Everest ditempuh melalui Gyawula Pass yang berada di ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut dengan panorama Pegunungan Himalaya yang membentang luas.
Menariknya, Everest Base Camp ternyata bukan menjadi titik tertinggi maupun garis akhir perjalanan bagi tim ekspedisi asal Indonesia tersebut.
Usai mencapai kaki gunung tertinggi di dunia, perjalanan justru berlanjut menembus dataran tinggi Tibet melalui jalur legendaris Route 318 dan Route 317 yang terkenal menantang bagi para overlander.
Selama lebih dari sepekan, Rial dan Adet harus berkendara di ketinggian antara 4.500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut dengan kondisi alam yang sangat ekstrem.
Udara tipis, suhu di bawah titik beku, serta kadar oksigen yang rendah menjadi tantangan harian yang harus dihadapi sepanjang perjalanan.
Meski telah melakukan adaptasi fisik, gejala Acute Mountain Sickness atau AMS seperti pusing, sesak napas, dan penurunan stamina tetap dirasakan selama ekspedisi berlangsung.
“Di Eropa kita bisa menemukan salju yang indah, namun umumnya berada pada elevasi yang jauh lebih rendah, sedangkan di Tibet kami menghadapi kombinasi salju, suhu beku, udara tipis, dan ketinggian ekstrem di atas 5.000 meter,” ujar Rial Hamzah dikutip dari rilis (09/06).
Selain menembus Everest Base Camp, tim juga berhasil mencapai Yuexionggou High Mountain Periglacial Wetland Park yang merupakan kawasan glacier dan ekosistem pegunungan tinggi di wilayah Baqing, Tibet.
Kawasan tersebut sebelumnya dikenal sangat terbatas aksesnya bagi wisatawan asing dan hanya dapat dikunjungi dengan izin khusus.
Menurut informasi dari pemandu resmi Tibet, besar kemungkinan Rial Hamzah dan Adet Vriono menjadi rider Indonesia pertama yang mencapai kawasan glacier tersebut menggunakan sepeda motor berpelat Indonesia.
Ekspedisi ini juga menjadi simbol kolaborasi positif antara rider Indonesia dan Malaysia yang tergabung dalam satu rombongan untuk memenuhi berbagai persyaratan masuk ke Tibet menggunakan kendaraan asing.
Sebanyak 11 rider Malaysia ikut bergabung dalam perjalanan yang membutuhkan proses perizinan dan persiapan administrasi selama berbulan-bulan.
Di balik medan berat dan cuaca ekstrem, tantangan terbesar ternyata bukan hanya soal kondisi jalan melainkan menjaga fisik dan mental selama berminggu-minggu di lingkungan minim oksigen.
“Perjalanan ini mengajarkan bahwa konsistensi, kesabaran, dan kerja sama tim jauh lebih penting daripada kecepatan,” kata Adet Vriono.
Setelah meninggalkan dataran tinggi Tibet dan memasuki wilayah Sichuan, tim ekspedisi juga melaksanakan ibadah qurban bersama para rider Malaysia di Chengdu, China.
Momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang berkesan karena dilakukan setelah menyelesaikan perjalanan panjang dari salah satu kawasan tertinggi dan paling terpencil di muka bumi.
Keberhasilan ekspedisi ini semakin istimewa karena seluruh sepeda motor yang digunakan mampu menyelesaikan perjalanan ribuan kilometer tanpa mengalami kerusakan mayor maupun kendala teknis yang menghambat perjalanan.
Saat ini Rial Hamzah dan Adet Vriono masih melanjutkan perjalanan pulang melalui Laos, Thailand, dan Malaysia sebelum akhirnya kembali ke Indonesia sambil membawa pesan bahwa rider Tanah Air mampu tampil profesional dan kompetitif di panggung touring internasional.