Strategi Toyota ini klop dengan pula aturan Pemerintah Orde Baru di akhir 1970-an.
Waktu itu pemerintang sedang mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) sebagai sarana transportasi berharga terjangkau untuk menggerakkan dunia usaha.
Baca Juga: Toyota Kijang Innova Reborn Langka, Cuma 50 Unit di Seluruh Dunia
Namun, Indonesia bukan menjadi tempat pertama uji coba dan pemunculan proyek BUV.
Diberi nama Tamaraw yang berarti Kerbau, sosok Toyota BUV diluncurkan di Filipina pada November 1976 dengan dua model yang diperkenalkan saat itu, yaitu pick-up, dan pengangkut penumpang (high roof).
Kijang generasi pertama yang populer disebut "Kijang Buaya".
Ini gara-gara bentuk kap mesin yang serupa moncong buaya saat membuka.
Ternyata ada alasan aplikasi mesin 3K 1.166 cc milik Toyota Corolla generasi III (generasi kedua kalau di indonesia) di dalam moncong.
Baca Juga: Revolusi Toyota Kijang, 21 Tahun Peluncuran Innova di Indonesia
Alasan utamanya karena kompetitornya pada waktu itu seluruhnya bermodel cab over.
Selain itu, ruang mesin yang terpisah dari kabin juga membuat panas mesin tak merayap naik melalui bangku seperti di cab over.
Toyota Kijang pertama kali dijual di Indonesia hanya dengan bodi pick-up. Harga on-the road di Jakarta pada saat peluncuran Rp 1,3 juta.
Kalau dengan nilai mata uang sekarang itu setara dengan Rp 62,9 juta.
Toyota Kijang Buaya ini dijual sampai 1981 dan selama empat tahun ini ia laku sebanyak 26 ribu unit dengan kecenderungan peningkatan penggunaan sebagai kendaraan penumpang meski penjualannya masih difokuskan untuk fungsi niaga.