Baca Juga: Tragedi Toyota Calya Kesetanan di Gunung Sahari, Dikejar Polisi Lawan Arah Hingga Diamuk Massa
Berdasarkan keterangan ES, Dhimas mengungkapkan, salah seorang pengendara motor kemudian menabrakkan diri ke arah mobilnya.
"Selanjutnya pengendara motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari sehingga makin banyak massa yang mengejar dan melakukan pengerusakan (mobil Fortuner)," beber Dhimas.
"Selanjutnya dalam perjalanan, mobil tersebut bisa dihentikan dan kembali terjadi keributan yang mengakibatkan luka dan perusakan mobil," tutur dia.
Fortuner yang dikemudikan ES kemudian kabur ke arah Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan berhenti di Jalan KH Mas Mansyur dengan kondisi sudah rusak dan ES mengalami luka di kepala.
Menurut Dhimas, ES kemudian di bawa ke kantor Polsek Tanah Abang.
Namun, ia menyebut ES tidak kooperatif dan marah-marah.
"Sesampai di Polsek, pengemudi Fortuner (ES) saat ditanya-tanya menjawab ngelantur dan masih marah-marah serta tidak mau membuat laporan dan juga tidak mau visum maupun diobati lukanya serta tidak mau membuat pernyataan," ucap Dhimas.
ES kemudian mengubungi orang tuanya hingga akhirnya dijemput di Polsek Tanah Abang sekitar 25 menit kemudian.
Orang tua ES juga disebut tidak ingin membuat laporan dan memanggil derek untuk membawa Fortuner yang rusak diamuk massa.
Dhimas menambahkan, pihaknya kini masih melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Tebet karena lokasi awal cekcok yang terjadi di wilayah Tebet.
"Rencana tindak lanjut berkoordinasi dengan Polres Jaksel dan Polsek Tebet yang diduga awal TKP pengrusakan," tambah dia.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh INFO WARGA JAKARTA BARAT (@warga.jakbar)