Produksi Mobil Thailand Terpuruk, Ekspor Melemah dan Produksi Menurun

Ferdian - Senin, 25 Mei 2026 | 14:39 WIB

Ilustrasi pabrik mobil

GridOto.com - Efek perang di Timur tengah dirasakan berbagai negara, salah satunya Thailand.

Menurut Federasi Industri Thailand (FTI) pada Senin (25/5/2026), produksi mobil di Thailand anjlok ke level terendah pada lima tahun terkahir.

Tak cuma efek perang, penurunan ini juga dipengaruhi oleh melonjaknya harga energi.

Produksi mobil turun 0,44% pada April ketimbang periode yang sama tahun lalu menjadi 103.794 unit, setelah sebelumnya naik 2,69% pada Maret.

Penjualan domestik naik 2,54%, sebagian didorong oleh pemesanan pada ajang Bangkok Motor Show, dengan total mencapai 48.394 kendaraan, kata Surapong Paisitpatanapong, Presiden Klub Otomotif FTI melansir Reuters.

Ekspor mobil Thailand turun 8,43% menjadi 60.190 unit.

Seperti diketahui, Thailand merupakan pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara.

Negara ini menjadi basis ekspor bagi sejumlah produsen mobil terkemuka dunia, termasuk Toyota, Honda, serta merek-merek China seperti BYD dan Great Wall Motors, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berinvestasi untuk memasok pasar lokal dan ekspor.

Meski begiru FTI tetap mempertahankan proyeksinya bahwa produksi mobil akan meningkat 3% menjadi 1,5 juta unit pada tahun 2026, setelah sebelumnya turun 0,9% menjadi 1,455 juta unit pada tahun lalu.

Baca Juga: Perang Iran Guncang Industri Otomotif, Ekspor Mobil Jepang Nyaris Mati Total

YANG LAINNYA