Finis ke-14 di MotoGP Thailand, Yamaha Beberkan Masalah Utama Mesin V4

By Rabu, 04 Maret 2026 | 14:30 WIB

Aksi pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, pada hari pertama MotoGP Thailand 2026, Jumat (27/2/2026) (YAMAHA MOTOR RACING SRL)

GridOto.com - Balapan pembuka musim MotoGP 2026 di Buriram, Thailand, langsung jadi tamparan keras buat Yamaha.

Harapan proyek mesin V4 bakal memangkas jarak dengan rival, justru hasil di lintasan berbicara lain.

Performa empat pembalap Yamaha masih jauh dari kata kompetitif bahkan terlihat lebih kesulitan dibandingkan pakai mesin Inline 4 yang digunakan tahun lalu.

Fabio Quartararo jadi yang terbaik di antara pembalap Yamaha hanya finis ke-14, tertinggal sekitar 30 detik dari Marco Bezzecchi yang menangkan balap bersama Aprilia.

Alex Rins menyusul di posisi ke-15 dengan selisih 33 detik, Toprak Razgatlioglu finish ke-17 dan Jack Miller ke-18 dengan gap yang semakin lebar.

Hasil ini memperlihatkan kalau proyek mesin V4 yang dikembangkan Yamaha belum siap bertarung di barisan depan pada musim ini.

Baca Juga: Mantan Bos Tim F1 Yakin MotoGP Akan Lebih Berkembang Dibanding F1

Direktur balap Yamaha, Paolo Pavesio, tak menampik kenyataan pahit itu. Menurutnya, performa tim memang akan selalu dinilai dari catatan waktu dan hasil akhir.

“Kami akan dinilai berdasarkan catatan waktu putaran dan hasi. Motor kami telah berubah secara signifikan sejak penampilan wildcard pertama kami di Misano. Kami sudah menggunakan rangka dan lengan ayun ketiga," ucap Pavesio dikutip dari Speedweek.

Paolo Pavesio akan menjadi Managing Director Yamaha Motor Racing menggantikan Lin Jarvis. (Yamaha Motor Racing)

Pavesio menuturkan kalau saat ini timnya di Yamaha memang sedang mencari paket yang solid agar motor bisa bekerja lebih konsisten.

Lalu soal mesin V4 terbaru yang digunakan, Pavesio juga tidak menampik kalau mesin ini belum sempurna dan dikeluhkan kekurangan tenaga dibandingkan rival mereka.