GridOto.com - Akhir-akhir ini banyak keluhan mengenai banyak lubang di sejumlah ruas jalan tol.
Terkait hal ini PT Jasa Marga (Persero) Tbk ikut buka suara.
Menurut perusahaan pelat merah ini, kerusakan jalan dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan beban kendaraan yang kelewat berat.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, mengatakan kondisi tersebut bukan cuma terjadi di ruas tol yang mereka kelola, tapi hampir merata di seluruh jalan tol milik badan usaha jalan tol (BUJT).
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang dirasakan.
Namun, Rivan menegaskan penyebab utama kerusakan bukan karena kualitas jalan, melainkan hujan berkepanjangan ditambah kendaraan dengan muatan di atas batas.
“Bukan cuma di Jasa Marga, hampir semua ruas tol mengalami hal serupa. Hujannya panjang, lalu beban kendaraan juga tidak sesuai ketentuan,” ujar Rivan saat ditemui di JIExpo Kemayoran melansir Kompas.com (9/2/2026).
Rivan juga menyinggung praktik truk over dimension over loading (ODOL) yang disebut mempercepat kerusakan jalan.
Baca Juga: Jasa Marga Unjuk Gigi di IIMS 2026, Travoy Tawarkan Jalan Tol Serba Digital
Berdasarkan data sistem penimbangan kendaraan atau weight-in-motion (WIM), mayoritas truk yang melintas ternyata membawa muatan berlebih.
Situasi makin parah ketika hujan deras mengguyur hampir dua pekan berturut-turut. Kondisi ini membuat sejumlah titik jalan tol berlubang dan butuh penanganan cepat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Jasa Marga menerapkan dua metode perbaikan.
Kerusakan ringan langsung ditangani dengan perbaikan cepat, sementara kerusakan berat diperbaiki dengan pelapisan ulang atau overlay.
Saat ini, sekitar 60 persen titik kerusakan disebut sudah ditangani. Jasa Marga menargetkan kondisi jalan terus membaik mulai pekan depan atau memasuki bulan Ramadan.
Perbaikan juga difokuskan pada ruas-ruas yang diprediksi padat menjelang arus mudik.
Dari hasil inspeksi dua pekan terakhir, wilayah Tangerang, Merak, dan sebagian Jakarta Barat tercatat sebagai area dengan tingkat kerusakan paling tinggi.
Baca Juga: Pecah Ban di Jalan Tol Gagal Klaim Gara-gara Tak Ada Struk, Ini Kata Jasa Marga
Menurut Rivan, Tangerang menjadi wilayah paling kompleks karena volume kendaraan berat yang sangat tinggi.
Sementara itu, beberapa ruas lain seperti Jagorawi dan sebagian Cikampek bawah sudah rampung diperbaiki.
Saat ini, tinggal sekitar 20 persen titik kerusakan yang masih dikerjakan, termasuk di ruas Cipularang.