GridOto.com – Keraguan konsumen Indonesia terhadap mobil asal China masih menjadi tantangan besar bagi merek-merek pendatang baru.
Salah satu alasan utamanya, adalah kekhawatiran soal keseriusan dan keberlangsungan merek tersebut di Tanah Air.
Keraguan ini bukan tanpa dasar, sebab pada awal 2000-an, pasar otomotif Indonesia sempat dibanjiri berbagai merek mobil asal China.
Namun, sebagian besar dari mereka tidak bertahan lama dan akhirnya hengkang.
Kekhawatiran serupa kembali mencuat belakangan ini, seiring dengan kondisi salah satu merek China, Neta, yang nasibnya di pasar Indonesia kini dinilai tidak jelas.
Situasi tersebut membuat sebagian konsumen kembali berhitung sebelum memutuskan membeli mobil asal Negeri Tirai Bambu.
Menanggapi hal tersebut, Changan menegaskan komitmennya untuk hadir secara jangka panjang di Indonesia.
Merek otomotif asal Tiongkok ini menilai pentingnya membangun kepercayaan sejak awal, terutama di tengah trauma pasar terhadap merek yang datang lalu pergi.
Chief Executive Officer (CEO) Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengakui bahwa status sebagai merek baru membuat Changan harus bekerja lebih keras meyakinkan konsumen.
Baca Juga: Keren! Ini Hal Menarik Dari Changan Deepal SO7 yang Kamu Pasti Suka
“Memang merek baru, jadi kita bekerja sama dengan Changan itu. Changan itu kan perusahaan yang sudah 160 tahun di bidang industri, salah satunya industri otomotif,” ujar Setiawan di PIK, Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026).
Ia juga menambahkan, Changan bukan pemain kecil di pasar global, khususnya China, dengan penjualan terbanyak nomor 4 pada 2024.
“Changan juga sekarang kuat dengan tim R&D-nya. Ini yang menjadikan Changan salah satu pemain global di industri otomotif,” jelasnya.
“Kalau kita lihat data 2024, Changan itu berada di urutan keempat di China. Jadi memang ini perusahaan besar, perusahaan global, yang menitikberatkan pada riset, pengembangan, performa, kenyamanan, dan memberikan benefit yang besar ke konsumen,” lanjutnya.
Di Indonesia, Changan tidak berjalan sendiri, melainkan masuk lewat jaringan Indomobil Group.
Setiawan mengklaim, faktor ini juga diyakini dapat menjamin keberlangsungan bisnis merek tersebut di Tanah Air.
“Changan di Indonesia berkolaborasi dengan Indomobil, yang sudah berpengalaman puluhan tahun di industri otomotif. Harusnya kita bisa mengikuti perkembangan otomotif di Indonesia,” kata Setiawan.
“Jadi konsumen tidak usah khawatir. Changan perusahaan besar di China, Indomobil juga pemain besar di otomotif Indonesia. Kami yakin ini akan langgeng, tidak tiba-tiba hilang,” tutupnya.