Jalan Perbatasan di Kalimantan dan Papua Terus Dibangun, Kementerian PUPR Target 3.770 km Sampai 2024

Muslimin Trisyuliono - Rabu, 22 Februari 2023 | 18:30 WIB

Kementerian PUPR lanjutkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan dan Papua sepanjang 3.770 km hingga 2024. (Muslimin Trisyuliono - )

GridOto.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan dan Papua, guna membuka akses daerah yang terisolir.

Adapun pembangunan jalan perbatasan yang masih terus berjalan di Kementerian PUPR, ditargetkan mencapai 3.770 km hingga akhir 2024.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan kehadiran jalan perbatasan diharapkan akan membuka keterisolasian wilayah dan membantu masyarakat di kawasan perbatasan.

Sehingga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antar-wilayah, begitu juga meningkatnya konektivitas masyarakat dengan terbentuk jalur-jalur logistik baru.

"Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya dikutip GridOto.com, Rabu (22/02/2023).

Dok. Kementerian PUPR
Kementerian PUPR lanjutkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan dan Papua sepanjang 3.770 km hingga 2024.


Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, mencatat jalan perbatasan yang membentang di Pulau Kalimantan terdiri dari Kalimantan Timur sepanjang 2.084 km.

Kemudian untuk di Kalimantan Utara sepanjang 970 km, serta Kalimantan Barat sepanjang 813 km.

Sementara di Papua, pemerintah memprogramkan pembangunan jalan paralal perbatasan dengan Papua Nugini sepanjang 1.098 km, yakni ruas Jayapura-Yeti sepanjang 127 km, Yeti-Oksibil sepanjang 302 km dan Oksibil-Merauke 668 km.

"Untuk di Papua tahun ini Insya allah lelang Jayapura-Wamena sepanjang 50 km, ini dengan skema Availability Payment (AP)," ucapnya.

Baca Juga: Jalan Perbatasan Di Papua Bisa Pangkas Waktu Tempuh dari Berminggu-Minggu Jadi 8 Jam

 

Dok. Kementerian PUPR
Kementerian PUPR lanjutkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan dan Papua sepanjang 3.770 km hingga 2024.


Hedy menerangkan, tantangan dalam pembangunan jalan perbatasan ini adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan, dan cuaca.

Di samping itu, ketersediaan material konstruksi juga terbatas dan akses lokasi pekerjaan yang sulit dijangkau sehingga sulit mendatangkan logistik dan pekerja.

"Pekerjaan pengaspalan diprioritaskan pada area yang sudah ada permukiman atau padat penduduk serta terdapat fasilitas umum seperti Puskesmas, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan," ungkapnya.