Biar Enggak Penasaran, Lebih Untung Mana Beli Bensin Berpatokan Liter atau Berdasarkan Nominal Rupiah?

Muslimin Trisyuliono - Rabu, 13 Juli 2022 | 21:20 WIB

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina (Muslimin Trisyuliono - )

GridOto.com - Sebagai pemilik kendaraaan bermotor, mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU merupakan rutinitas sehari-hari.

Meski sudah menjadi rutinitas, ada saja kebiasaan sebagian pemilik kendaraan saat mengisi BBM agar mendapat takaran BBM lebih akurat.

Mulai dari mengisi berdasarkan nominal rupiah dan berikutnya berpatokan pada takaran liter.

Contohnya membeli BBM dengan jumlah nominal Rp 10 ribu atau Rp 100 ribu, kemudian ada juga yang membeli BBM dengan jumlah 1 atau 5 liter.

Dengan adanya kebiasaan tersebut, baiknya saat mengisi BBM berdasarkan patokan liter atau nominal rupiah saja?

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan pun memberikan pendapatnya.

"Mau nominal rupiah atau jumlah liter, sama saja. Hanya saja dengan nominal rupiah mungkin lebih praktis," ujar Eko kepada GridOto.com beberapa waktu lalu.

Eko melanjutkan, saat membayar secara cash dengan menyebut nominal rupiah akan lebih memudahkan petugas, salah satunya untuk memberikan uang kembalian.

"Kalau bayar cash tidak perlu uang kembalian. Untuk bayar non-cash sama bisa pilih nilai rupiahnya atau jumlah liternya," jelas Eko.

Baca Juga: Daripada Pusing Mikir Beli Pertalite Harus Pakai Aplikasi, Yuk Kenali Jenis-jenis Bensin yang Pernah Dijual Pertamina

Kendati demikian, Eko menegaskan mengisi BBM dengan kedua cara tersebut sebenarnya sama-sama akurat.

Lantaran kedua cara itu hanya pilihan konsumen yang lebih nyaman menggunakan nominal rupiah atau berpatokan liter.

"Keduanya bisa terlihat diindikator angka dispenser SPBU beli dengan nominal rupiah akan terlihat juga jumlah literannya," pungkasnya.