Ditanya Apakah Akan Lanjut Balapan di Timnya Sendiri, Valentino Rossi Blak-blakan Soal Masa Depannya di MotoGP

By , Jumat, 25 Juni 2021 | 08:20 WIB

Valentino Rossi blak-blakan soal masa depannya di MotoGP setelah ditanya apakah akan terus membalap bersama timnya sendiri tahun depan. (MotoGP)

GridOto.com - Tim milik Valentino Rossi yaitu Aramco Racing Team VR46 telah resmi mengumumkan partisipasi mereka di ajang MotoGP 2022 dan seterusnya sebagai tim satelit Ducati.

Namun, Aramco Racing Team VR46 masih menutup rapat soal siapa yang akan mengisi kedua jatah motor Ducati Desmosedici milik mereka tersebut.

Adik tiri Valentino Rossi yaitu Luca Marini sudah hampir pasti akan mengisi salah satu kursi tersebut meskipun belum diumumkan secara resmi.

Siapa yang akan menemani Luca Marini di Aramco Racing Team VR46 masih menjadi misteri, namun Pangeran Abdulaziz bin Abdullah Al Saud dari Aramco terang-terangan ingin Valentino Rossi menjadi pembalap misteri tersebut.

Baca Juga: BREAKING NEWS, Tim MotoGP Milik Valentino Rossi Resmi Gandeng Ducati Mulai MotoGP 2022

“Aku akan sangat senang bila Valentino Rossi akan membalap untuk Aramco Racing Team VR46 bersama adiknya yaitu Luca Marini,” ujar Pangeran Arab Saudi tersebut dikutip dari MotoGP.com, Kamis (24/6/2021) sore lalu.

Menanggapi pernyataan Pangeran Abdulaziz bin Abdullah Al Saud, Valentino Rossi mengingatkan bahwa ia belum memutuskan untuk tetap balapan di MotoGP tahun depan.

“Aku belum memutuskan apakah akan lanjut balapan tahun depan, karena aku ingin berpikir lebih matang soal itu saat jeda musim panas nanti,” ujar Rossi dikutip dari GPone.com, Jumat, (25/6/2021).

“Akan sangat sulit bagiku untuk balapan tahun depan, sang Pangeran terus membujukku untuk melakukannya, tapi saat ini hal itu sangat sulit bagiku,” imbuhnya.

Baca Juga: MotoGP Belanda 2021 Jadi Balapan Terakhir Valentino Rossi Sebelum Mengumumkan Kelanjutan Kariernya

Keraguan Rossi bisa dimengerti, karena sebagai pembalap Ducati pada MotoGP 2011 dan 2012 bisa dibilang merupakan salah satu yang terburuk selama karirnya di kasta tertinggi ajang balap motor prototipe tersebut.

Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa Ducati bukan menjadi alasan mengapa ia masih enggan memastikan masa depannya di MotoGP.