Begini Komentar Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Usai Tes Pramusim Moto2 2021 Qatar, Sudah Siap Balapan?

By , Selasa, 23 Maret 2021 | 07:50 WIB

Begini komentar dua pembalap Pertamina Mandalika SAG Team usai tes pramusim moto2 2021 Qatar, sudah siap balapan? (Rafa Marrodan/Pertamina Mandalika SAG Team)

GridOto.com - Kedua pembalap tim Pertamina Mandalika SAG Team yaitu Thomas Luthi dan Bo Bendsneyder memiliki pendapat berbeda mengenai hasil tes pramusim Moto2 Qatar 2021.

Thomas Luthi mengaku masih belum puas dengan hasil yang dicapainya pada tes pramusim Moto2 Qatar 2021 yang digelar selama tiga hari pada 19 hingga 21 Maret 2021 itu.

Tidak mengherankan, mengingat catatan waktu 1 menit 59,658 detik yang ia torehkan hanya mampu mengantarkannya ke posisi 20.

Pembalap asal Swiss tersebut mengatakan, kombinasi angin kencang di sirkuit Losail serta setting yang belum tepat membuatnya gagal mencatatkan waktu yang lebih cepat.

Baca Juga: Pertamina Mandalika SAG Team Resmi Diluncurkan, Target Bisa Bersaing di Level Papan Atas Moto2 2021

“Aku terus mencoba mencatatkan waktu lap yang cepat, tapi hal tersebut tidak terjadi,” ujarnya dalam siaran resmi yang diterima GridOto.com (22/3/2021).

“Kondisi trek yang diembus angin kencang juga cukup menyulitkan selama tiga hari terakhir, meskipun hal tersebut lumrah terjadi di tes pramusim di Qatar,” imbuhnya.

Begini komentar dua pembalap Pertamina Mandalika SAG Team usai tes pramusim moto2 2021 Qatar, sudah siap balapan? (Rafa Marrodan/Pertamina Mandalika SAG Team)

Berbanding terbalik dengan rekan satu timnya, Bo Bendsneyder mengaku sudah nyaman dengan tunggangan barunya terutama memasuki hari kedua tes pramusim Moto2 Qatar 2021.

Hal tersebut dicerminkan dalam catatan waktu tercepat 1 menit 58,904 detik milik pembalap asal Belanda tersebut yang menempatkannya di posisi ke-6.

Baca Juga: Tes Moto2 di Valencia, Pembalap Pertamina Mandalika SAG Team Masuk Tiga Besar

“Hari pertama cukup sulit karena aku tidak bisa mendapatkan feeling yang bagus di atas motor, tapi di hari kedua kami berhasil memperbaiki hal tersebut,” ujar Bendsneyder.