Volkswagen Group Bantah Rumor Jual Bugatti ke Rimac, Tapi Buka Peluang Kolaborasi dengan Porsche

Ruditya Yogi Wardana - Kamis, 18 Maret 2021 | 11:50 WIB

Bugatti tidak jadi dijual ke produsen mobil listrik Kroasia, Rimac. (Ruditya Yogi Wardana - )

GridOto.com - Rumor mengenai Volkswagen Group menjual Bugatti ke Rimac Automobili semakin berhembus kencang, dan banyak pihak meyakini rencana itu akan segera terwujud.

Namun CEO Volkswagen, Herbert Diess, dengan tegas membantah rumor penjualan Bugatti ke produsen mobil listrik asal Kroasia tersebut.

Ia justru mengungkapkan bahwa kepemilikan Bugatti akan dialihkan ke Porsche, yang juga merupakan anak perusahaannya.

Kemudian Porsche akan mengajukan kerja sama dengan Rimac untuk membuat mobil listrik baru di masa mendatang.

Baca Juga: VW Bakal Jadi Penantang Baru Tesla, Bikin Sistem Swakemudi Baru Berbasis Jaringan Internet, Kapan Uji Cobanya?

"Rumor penjualan Bugatti ke Rimac tidaklah benar. Porsche saat ini sedang mempersiapkan rencana kerja sama dengan Rimac. Jadi Porsche akan menangani semuanya," ujar Diess dikutip dari Autocar.co.uk.

Diess melanjutkan, rencana kerja sama Porsche dengan produsen mobil listrik asal Kroasia tersebut belum masuk ke dalam tahap persetujuan.

Tetapi dengan hadirnya Bugatti di bawah naungan Porsche, tidak menutup kemungkinan rencana kerja sama dengan Rimac berjalan mulus.

Selain itu, ada alasan lain di balik keputusan pemindahan kepemilikan Bugatti ke anak perusahaannya.

Baca Juga: Penahan Kebuasan Bugatti Chiron, Ada Trik khusus Buat Lepas Power 1.479 Dk dari 'Kandang'

"Kami percaya Bugatti bisa mendapatkan lingkungan yang tepat untuk semakin berkembang daripada saat masih di Wolfsburg (markas Volkswagen). Volume produksi mereka juga tentu akan semakin berkembang," jelas Diess.

Diess melanjutkan, anggapan ini diperkuat dengan tersedianya part-part yang bisa digunakan dalam produksi hypercar Bugatti.

"Sinergi antara mereka (Bugatti dan Porsche) bisa saling menguntungkan. Apalagi di sana ada part-part yang bisa digunakan dalam produksi hypercar, seperti carbonfibre hingga baterai dengan performa tinggi," tutupnya.