Sempat Berhenti Tiga Bulan, Proyek Jalan Tol Yogya-Solo-Bawen Kembali Dilanjutkan, Sudah Sampai Mana?

By , Senin, 15 Juni 2020 | 21:39 WIB

Trase jalan tol yang melintasi wilayah Yogyakarta. (Tribunjogja.com / Santo Ari)

GridOto.com - Proses pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo-Bawen kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19.

Diketahui, proses pembebasan lahan yang sempat dijadwalkan selesai April 2020 lalu juga telah mendapatkan restu dari semua pihak.

Saat ini, pengerjaan akan memasuki tahap penetapan lokasi, namun untuk trase Yogyakarta nampaknya bakal mendapat jatah paling akhir.

Staff Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR, Galih Alfiandi menjelaskan, proses penetapan lokasi tersebut ditargetkan selesai di bulan Juni hingga pertengahan Juli 2020.

Baca Juga: Setelah Digratiskan Selama 6 Bulan, Segini Tarif Tol Balikpapan-Samarinda

Untuk proses konstruksi awalnya nanti akan disasarkan ke wilayah Kabupaten Boyolali hingga Karanganyar terlebih dahulu.

"Itu akan kami laksanakan pada pertengahan Juli ini. Berupada setting dan pematokan untuk konstruksi bangunan," ujar Galih, Senin (15/06/2020), dikutip GridOto.com dari Tribunjogja.com.

Galih menambahkan, panjang jalur yang akan digarap dari Kabupaten Boyolali hingga masuk Karanganyar sekitar 6 Km.

"Saat ini memang fokus di Boyolali dulu. Di sana akan masuk proses pematokan lokasi dan konstruksi," imbuhnya.

Baca Juga: Kemenhub dan Korlantas Polri Bakal Uji Kelaikan Ruas Tol Blangbintang-Indrapuri Aceh, Ditargetkan Mulai Beroperasi Juli 2020

Galih menuturkan, pembebasan lahan untuk jalur Yogyakarta masih terbilang cukup alot sehingga pihaknya mendesak Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispetaru) DIY agar mempercepat proses konsultasi publik tersebut.

Tak hanya itu, keputusan dari Badan Pertanahan (BPN) Kota Yogyakarta serta Pemkot Yogyakarta saat ini masih ditunggu.

"Kalau yang Yogyakarta nunggu dari Pemda dan Pemkot. Sampai sekarang masih alot. Kalau Dispetaru DIY dan BPN Yogyakarta sudah kami (lanjutkan) ke BPN SLeman. Setelah itu bisa dikerjakan," jelas Galih.