Tim F1 Kehilangan Pendapatan Rp 1,6 Triliun Jika 5 Balapan Dibatalkan

Fendi - Selasa, 24 Maret 2020 | 08:10 WIB

Monako jadi negara kedua yang batal menggelar balap F1 2020 karena pandemi virus Corona (Fendi - )


GridOto.com – Sudah dua balap F1 dibatalkan akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Jika sampai lima balapan batal digelar, tim F1 kehilangan Rp 1,6 tiliun lebih.

Dua balapan yang dibatalkan yaitu F1 Australia yang seharusnya digelar 15 Maret lalu, kemudian menyusul F1 Monako yang menurut jadwal dipentas 24 Mei.

Penasihat Red Bull, Helmut Marko bilang, jika sampai lima balapan dibatalkan, tim F1 bisa kehilangan pendapatan 100 juta dolar Amerika.

Kalau dikoversi menjadi Rp 1,6 trilun lebih dengan kurs 1 dolar AS = Rp 16.691 pada hari Senin (23/3/2020).

(Baca Juga: F1 Australia Batal Digelar, Tim F1 Kehilangan Uang Ratusan Miliar)

Selain F1 Australia dan Monako yang dibatalkan, enam balapan dinyatakan ditunda yaitu F1 Bahrain, China, Vietnam, Belanda, Spanyol dan Azerbaijan yang baru diumumkan hari Senin.

Di saat tim menunggu kapan balap F1 2020 dimulai, mereka menerima pukulan besar di sektor finansial.

Itu mengarah pada pertemuan pekan lalu di mana para bos tim, bersama dengan Liberty Media dan FIA, sepakat untuk menunda perombakan regulasi teknik tahun depan hingga 2022.

(Baca Juga: F1 Belanda dan Spanyol Ditunda, Monako Pilih Batal Adakan Balapan F1 2020)

"Itu sangat masuk akal," kata Helmut Marko, dilansir GridOto.com dari planetf1.com.

“Semua tim menghadapi kehilangan pendapatan. Jika lima balapan dibatalkan, 100 juta akan hilang,” ujarnya tanpa memerinci lebih lanjut.

“Sekarang kami memiliki regulasi yang stabil. Jika kita membekukannya, biayanya akan turun sangat besar," sambungnya.

Saat ini, F1 Kanada dijadwalkan menjadi seri pembuka F1 2020 pada 14 Juni.