Pembangunan Tol Trans Sumatera Jalan Terus, Hutama Karya Terapkan Contingency Plan Terkait Virus Corona

By , Minggu, 22 Maret 2020 | 11:32 WIB

Project Director Jalan Tol ruas Sigli-Banda Aceh memantau gerbang tol Blangbintang (Serambinews.com)

GridOto.com - Pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dilaksanan PT Hutama Karya (Persero) terus berlanjut.

Adapun ruas-ruas yang menjadi prioritas untuk penyelesaian tahun 2020 ini yakni, ruas Tol Pekanbaru-Dumai dan Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang.

Konstruksi ruas Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer ini sudah mencapai rata-rata 97 persen.

Kemudian, ruas Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang yang dibangun sepanjang 13,5 kilometer menunjukkan kemajuan rata-rata 99 persen.

(Baca Juga: Peresmian Tol Trans Sumatera Ruas Kayuagung-Palembang Ditunda, Karena Virus Corona?)

Kendati demikian, SEVP of Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan menjamin seluruh karyawan yang sedang menggarap pembangunan JTTS mematuhi instruksi perusahaan yang berlaku mulai Rabu (18/3/2020), terkait pencegahan virus corona.

Pencegahan dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni berupa tanggap darurat terkait penyebaran corona.

"Manajemen telah menerapkan contingency plan yang diberlakukan bagi seluruh karyawan Hutama Karya, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh proyek pembangunan JTTS dan proyek lainnya,” tutur Fauzan, dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Contingency plan tersebut berisikan sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh karyawan Hutama Karya sesuai dengan Kebijakan Direksi tentang pelaksanaan kerja/dinas kantor.

(Baca Juga: Trans Sumatera Digenjot Lagi, Bos PT Hutama Karya Sebut Tol Pekanbaru-Dumai Hampir Rampung)

Adapun isi contingency plan tersebut antara lain, sistem WFH (Work From Home) bagi karyawan yang menggunakan transportasi publik atau berusia lebih dari 50 tahun.

Kemudian, karyawan dalam kondisi hamil atau menyusui, serta status pemulihan kesehatan khusus bagi karyawan yang rentan terhadap penurunan imunitas.

“Manajemen telah menginstruksikan kepada Project Manager untuk melakukan pembagian kerja di proyek/ruas/cabang tol dengan pembagian shift, membatasi waktu kerja, dan menghindari pekerjaan lembur,” ungkap Fauzan.