GridOto.com - Proyek flyover atau jalan layang yang melewati perlintasan kereta api di Purwosari, Solo mulai dikerjakan pada Rabu (5/2/2020).
Akibat proyek tersebut, jalan raya otomatis ditutup total sehingga pengguna jalan harus mencari jalur alternatif.
Mulai hari ini, flyover mulai dikerjakan setelah sebelumnya dilakukan pembersihan utilitas yang terdampak proyek tersebut.
Dalam pengerjaannya, juga dilakukan penutupan di Jalan Slamet Riyadi sejak dari Pertigaan Kerten sampai perempatan simpang empat atau Omah Lowo.
(Baca Juga: Flyover Purwosari Solo Digarap, Biayanya Rp 104 Miliar, Siap-siap Ada Pengalihan Jalur)
"Kami berusaha meminimalisir dampak sosial akibat pembangunan flyover. Pengerjaan bisa lebih cepat sebelum kontrak habis," katanya.
Diketahui, dalam pembangunan Flyover Purwosari Solo dilakukan rekayasa lalu lintas pengalihan arus.
Sebelumnya diberitakan, dalam rekayasa lalu lintas ini, jalan dalam kota yang semula searah diubah menjadi dua arah.
Yakni di Jalan Agus Salim mulai dari Bundaran Purwosari sampai Simpang Jongke. Kemudian Jalan Honggowongso mulai dari Pasar Kembang sampai Ngapeman juga diberlakukan dua arah.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo mengatakan, truk atau bus antarkota antarprovinsi yang tidak ada kepentingan di dalam kota dialihkan melalui Jalan Ir Soekarno-Jalan Pesanggrahan Langenharjo-Jalan Dlopo-Jalan Baki Solo-Pakis.
Sementara untuk bus dari arah Sukoharjo melalui Gemblegan-Jalan Veteran-Simpang Tugu Tipes-Jalan Honggowongso-Simpang Ngapeman-Jalan Gajah Mada-Jalan Mongonsidi-S Parman-Terminal Tortonadi.
Sementara, dari Surakarta untuk menuju Semarang atau Yogyakarta terdapat berbagai alternatif. Misalnya melalui Jalan Rajiman-Underpass Makamhaji-Slamet Riyadi-Kartasura.