Petinggi Tim F1 Mercedes: Daniel Ricciardo Lakukan Taktik ‘Pemerasan’

Fendi - Jumat, 8 Juni 2018 | 20:50 WIB

Non-executive chairman tim Mercedes, Niki Lauda (kanan) dan bos tim Mercedes Toto Wolff saat di GP F1 Monako (Fendi - )


GridOto.com – Salah satu petinggi tim F1 Mercedes, Niki Lauda menyebut Daniel Ricciardo lakukan taktik “pemerasan”, waduh.. bagaimana ceritanya?

Daniel Ricciardo dikabarkan telah menunda pembicaraan mengenai kontrak barunya dengan tim Red Bull.

Padahal Red Bull menginginkan Ricciardo untuk tetap bersama tahu depan.    

Menurut penasihat Red Bull, Dr. Helmut Marko, Ricciardo menunggu Lewis Hamilton menandatangani perpanjangan kontraknya di Mercedes.

(BACA JUGA: Harap-harap Cemas, Mercedes Tak Tampik Mau Bajak Pembalap F1 dari Tim Red Bull)

"Ricciardo tidak mau menandatangani sampai Hamilton menandatangani kontrak," katanya, dikutip GridOto.com dari f1today.net.

Sementara non-executive chairman tim Mercedes, Niki Lauda menyebut bahwa Lewis Hamilton dipastikan tetap bersama Mercedes.

Twitter / @F1
Tim Red Bull masih menunggu keputusan Daniel Ricciardo yang masih menunda perpanjangan kontraknya

Lauda, seorang negosiator kontrak yang cerdas, mengatakan bahwa taktik Ricciardo mirip dengan "pemerasan".

"Kami belum membuat sebuah penawaran pada dia (Ricciardo)," ucap Niki Lauda bersikeras.

(BACA JUGA: Apa Prediksi Lewis Hamilton Mengenai Masa Depan Daniel Ricciardo?)

"Jadi dia bisa menunggu selamanya," sebut juara dunia F1 tiga kali asal Austria ini.

Duh, sampai segitunya ya dianggap melakukan taktik pemerasan.

Sebelumnya pernah tersiar kabar bahwa Daniel Ricciardo dibayar kecil di tim Red Bull.

Jadi agar dia bisa betah di Red Bull, selain minta dibuatkan mobil yang bisa membuatnya juara, mungkin Ricciardo juga bisa dapat nilai kontrak yang besar.