Keren! Kaki Belum Menapak ke Aspal, Murid Doni Tata Ini Mudah Lakukan Knee Down

Dimas Pradopo - Minggu, 6 Mei 2018 | 15:47 WIB

Murid Doni Tata Racing School ini memang gokil, kaki belum menapak ke aspal tapi sudah berani knee d (Dimas Pradopo - )


GridOto.com - Keren nih, pembalap kecil bernama Ramadhipa ini gigih berlatih meski motornya kegedean.

Bocah 8,5 tahun yang kerap turun balap minigp dengan motor kecil ini harus berlatih menggunakan Yamaha V-Ixion saat ikut kelas sekolah balap di Doni Tata Racing School.

Bahkan kedua kakinya pun belum mampu menapak ke tanah saat duduk di jok Yamaha V-Ixion.

Saat mau berkendara tampak dua orang dewasa harus memegangi motornya sampai Ramadhipa bisa melaju.

 

Moment ini mengingatkan saya waktu kecil pertama belajar balap motor @mk.ramadhipa Terus Semangat !!! #DoniTataRacingSchool #Nevergiveup #Yogyakarta #DT5 #RACINGSCHOOL???????? @r9exhaust @dt5rideliveracing @a.shiddiqui

A post shared by DTP (@donitatapradita5) on

Tapi jangan salah, saat beraksi, Ramadhipa bisa dengan mudah melakukan aksi knee down atau lutut sampai menyentuh aspal saat menikung.

"Di sini memang latihannya pakai motor sport, biar terbiasa," beber Doni Tata Pradipta sang pelatih.

Memang belum kencang tapi riding style-nya sudah bak pembalap profesional.

 

Step by step.. Yang penting riding position nya bener dulu.. kalau cuma masalah kenceng itu gampang.. Hehe Semangat !!! ✊✊????????#Continueworkinghard #Keeppractice #R9Exhaust #DoniTataRacingSchool @mk.ramadhipa ????????????

A post shared by DTP (@donitatapradita5) on

 
"Step by step yang penting riding position-nya benar dulu, kalau cuma masalah kencang itu gampang," ungkap Doni.

Menurutnya, semangat Ramadhipa ini mirip dengan yang dilakukannya saat berlatih balap diawal karirnya.

Doni Tata Racing School
Tuh, gaya nikungnya keren kan? Sudah mirip pembalap profesional


"Moment ini mengingatkan saya waktu kecil pertama kali belajar balap motor," ungkapnya.

Doni Tata kecil era awal 2000'an memang kerap jadi pembalap cilik yang kerap podium, bahkan mengalahkan pembalap lain yang sudah lebih besar.

Hingga pada 2007 Doni mampu bersaing di All Japan Championship dan di 2008 pada usia 18 tahun ia balap di kejuaraan dunia GP250 (sekarang Moto2) bersama Yamaha Pertamina Indonesia.

Setahun setelahnya, pada 2009 Doni menjadi salah satu pembalap World Supersport dan setahun di Moto2 bersama Federal Oil Gresini Moto2 pada musim 2013.

Mau jadi pembalap hebat memang harus dilatih sejak kecil, berani mencoba?