Busi Mobil Sudah Aus, Benarkah Bisa Bikin BBM Jadi Lebih Boros?

By , Selasa, 22 September 2026 | 09:00 WIB

Busi mobil yang harus diganti

GridOto.com- Busi menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembakaran mesin karena bertugas memercikkan api untuk membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar.

Seiring pemakaian, elektroda busi dapat mengalami keausan dan permukaannya juga bisa dipenuhi kerak sehingga kualitas percikan api menurun.

Menurut Toni Wijaya, pemilik toko suku cadang M&M di Pasar Mobil Kemayoran, kondisi busi yang sudah aus dapat membuat konsumsi BBM mobil menjadi lebih boros.

“Kalau businya sudah aus, percikan apinya nggak bagus lagi, jadi pembakarannya juga bisa kurang maksimal,” ujar Toni.

Percikan api yang melemah dapat membuat proses pembakaran campuran bensin dan udara tidak berlangsung secara optimal.

ilustrasi busi mobil tipe nikel

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Menunda Ganti Busi Mobil Bekas

Akibatnya, tenaga mesin bisa ikut menurun sehingga pengemudi perlu menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan respons dan tenaga yang biasanya.

“Biasanya tenaga juga mulai terasa kurang enak, akhirnya gas diinjak lebih dalam. Dari situ pemakaian BBM bisa ikut lebih boros,” jelasnya.

Selain elektroda yang sudah terkikis, kondisi busi juga dapat dipengaruhi oleh penumpukan kerak karbon pada bagian ujung busi.

Kerak tersebut dapat mengganggu kemampuan busi menghasilkan percikan api yang baik sehingga pembakaran di dalam mesin tidak optimal.

Toni mengatakan kondisi busi sebaiknya diperiksa secara berkala dan tidak menunggu sampai mesin mengalami gangguan yang lebih terasa.