GridOto.com - Bisnis jual-beli motor listrik bekas mulai dijalankan sejumlah pelaku usaha, salah satunya Dablong EV yang melihat masih adanya konsumen mencari motor listrik dengan harga lebih terjangkau.
Adi Dablong, Owner Dablong EV, mengatakan pasar motor listrik bekas saat ini cenderung stabil meski permintaannya belum terlalu besar.
"Untuk pasaran motor listrik masih stabil, tapi kalau lagi ada isu BBM naik langsung naik," ujar Adi kepada GridOto.com, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, dalam kondisi pasar saat ini, konsumen motor listrik bekas lebih banyak mencari unit dengan harga di bawah Rp 10 juta.
"Saat ini paling banyak dicari harga di bawah 10 jutaan," katanya.
Dari sejumlah model yang tersedia, Adi menyebut ada beberapa motor listrik bekas yang belakangan cukup banyak ditanyakan konsumen.
"Untuk dua bulan ini banyak yang nyari Yadea E8S Pro dan posisi dua-nya Indomobil eMotor Tyranno, disusul Alva Cervo dan Polytron Fox 350," jelasnya.
Sementara itu, motor listrik bekas dengan harga di bawah Rp 10 juta juga menjadi unit yang relatif lebih cepat terjual.
"Di bawah Rp 10 juta," ujar Adi saat ditanya mengenai kisaran harga motor listrik bekas yang paling cepat terjual.
Baca Juga: Begini Cara Tingkatkan Kecepatan Motor Listrik dengan Budget Terbatas
Saat ini Dablong EV rata-rata mampu menjual sekitar 10-15 unit motor listrik bekas setiap bulannya.
Meski permintaannya belum sebesar pasar motor bensin bekas, Adi melihat bisnis motor listrik bekas masih memiliki ruang untuk berkembang karena ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga masih berada pada tahap awal.
"Ini masih tahun-tahun awal, ke depannya pasti bakal lebih ramai sih," pungkasnya.
Sekadar info, Dablong EV merupakan showroom sekaligus bengkel motor listrik bekas.
Saat ini Dablong EV telah memiliki dua lokasi bengkel, yakni di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dan Klender, Jakarta Timur.
" Saya punya dua bengkel, satu Jakarta Barat, satu Jakarta Timur di Klender dan di Kembangan Jakarta Barat," pungkas Adi.