GridOto.com - Hyundai Motors Indonesia (HMID) membuka peluang menghadirkan mobil hybrid dengan harga yang lebih terjangkau di pasar Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Head of Public Relation & Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Rouli Sijabat, saat ditanya mengenai kemungkinan Hyundai menyiapkan produk hybrid yang menyasar segmen lebih rendah.
Menariknya, saat ini Hyundai masih memiliki dua model bermesin bensin konvensional yang berpotensi dikembangkan ke teknologi hybrid, yakni Stargazer dan Creta.
"Bensin konvensional masih sedang berjalan dan ini masih bisa berubah. Apa aja sih sekarang model bensin konvensional? Stargazer sama Creta. Tinggal dua ya?" ujar Rouli saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (20/9/2026):
Meski begitu, Rouli belum menyebut secara spesifik model mana yang akan mendapatkan teknologi hybrid.
Menurutnya, keputusan tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kebutuhan dan permintaan pasar Indonesia.
"Mana kira-kira? Sesuai pasar saja kita siapin," kata Rouli.
Hyundai sendiri sebelumnya telah menerapkan strategi serupa pada sejumlah modelnya dengan menghadirkan pilihan hybrid dari model yang sebelumnya sudah menggunakan mesin bensin konvensional.
"Gini, kalau melihat Hyundai dari mobil ICE, contohnya kemarin Santa Fe dan juga Palisade, mobilnya udah ada, dari varian ICE jadi hybrid," jelasnya.
Baca Juga: Ramai Mobil Mirip Stargazer Cartenz Berkamuflase, Begini Kata Hyundai
Rouli juga mencontohkan Hyundai Staria yang sebelumnya hadir dengan mesin diesel, sebelum akhirnya mendapatkan pilihan elektrifikasi.
"Staria juga gitu kan. Staria juga kemarin sebetulnya, coba lihat Staria. Awal mulanya diesel," ujarnya.
Menurut Rouli, keputusan menghadirkan teknologi elektrifikasi juga tidak terlepas dari perkembangan kondisi pasar dan industri otomotif.
"Tapi Hyundai melihat ini kemarin gara-gara perang, harga minyak dunia naik, wah ini bahaya nih. Tapi udah mulai disiapin. Staria udah keluarkan di GIIAS tuh, EV dan juga hybrid," tuturnya.
Meski peluang menghadirkan hybrid di segmen yang lebih terjangkau terbuka, Hyundai masih mempertimbangkan waktu yang tepat agar kehadiran teknologi tersebut tidak justru mengganggu model yang sudah dipasarkan.
"Memang model hybrid kita masih di middle up. Tapi middle down ini kita juga lagi mikirin jangan sampai nanti memunculkan si teknologi itu tidak pada waktunya. Dan malah jadi nanti killing each other," pungkas Rouli.
Dengan Stargazer dan Creta yang saat ini menjadi model Hyundai dengan mesin bensin konvensional, keduanya pun menjadi nama yang berpotensi mendapatkan teknologi hybrid.
Namun, Hyundai belum mengonfirmasi model mana yang akan lebih dulu mendapatkan elektrifikasi tersebut.