Atenx mengatakan, pemilik motor sebaiknya tidak terburu-buru langsung menyemprotkan warna.
Kondisi dasar bodi perlu diperhatikan terlebih dahulu, termasuk tekstur permukaannya.
“Sebetulnya kita harus berhubungan dulu dengan warnanya dan kita lihat dasarnya seperti apa. Baru kita melakukan pengecatan,” jelasnya.
Baca Juga: Cat Motor Putih Menguning Masih Bisa Dipoles, Kondisi Begini Yang Gak Bisa
Ia menambahkan, permukaan bodi motor bisa memiliki tekstur yang berbeda, ada yang halus maupun kasar. Kondisi tersebut perlu diperhatikan sebelum cat disemprotkan.
Menurut Atenx, kesalahan yang sering dilakukan orang yang baru pertama kali mengecat adalah langsung menyemprotkan cat terlalu tebal.
“Saat spray itu sebaiknya dilakukan bertahap dan tipis-tipis, jadi jangan langsung tebal,” katanya.
Pada penyemprotan awal, warna memang belum langsung menutup seluruh permukaan bodi. Namun, menurut Atenx, kondisi tersebut justru bagian dari proses.
“Memang saat kita melakukan pengecatan awal itu enggak langsung tutup warnanya, masih agak terlihat. Tapi memang itu tujuannya, jangan langsung tebal semua,” lanjutnya.
Setelah lapisan awal, penyemprotan dapat dilakukan kembali secara bertahap hingga warna dan lapisan cat sesuai dengan hasil yang diinginkan.
Baca Juga: Cuci Motor Jangan Sembarang Pakai Sabun, Bikin Cat Motor Jadi Begini
Atenx menyebut, kesabaran menjadi salah satu kunci saat melakukan pengecatan menggunakan cat semprot.