Baru Beli Mobil Bekas Incaran? Hindari Nyetir Agresif Kalau Gak Mau Jadi Begini

By Sabtu, 12 September 2026 | 15:23 WIB

Ilustrasi dampak nyetir mobil bekas agresif (Dok. GridOto)

GridOto.com - Pemilik mobil bekas harus tahu, kalau nyetir agresif dampaknya jadi begini kalau disepelein.

Ya, gaya mengemudi agresif ternyata punya dampak besar terhadap umur kampas rem mobil.

Kebiasaan sepele seperti mengerem mendadak, akselerasi cepat, dan kecepatan tinggi bisa membuat komponen ini cepat menipis.

Menurut Opik mekanik di Bengkel Mobil 77, kampas rem bekerja sangat keras saat pengemudi sering melakukan pengereman mendadak.

Ia menjelaskan bahwa gesekan yang muncul dari gaya berkendara seperti itu menghasilkan panas tinggi yang mempercepat keausan kampas rem.

"Pengereman mendadak tentu jadi penyebab utama kampas rem cepat aus karena tekanan geseknya sangat besar," tutur Opik yang bengkelnya ada di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.

Gesekan ekstrem ini membuat suhu di area cakram atau tromol meningkat drastis sehingga material kampas jadi cepat terkikis.

Penyebab rem mobil bunyi (Indoparts)

Selain itu, kecepatan tinggi juga berpengaruh besar terhadap beban kerja rem.

Saat mobil melaju kencang, energi kinetik yang harus dihentikan jadi lebih besar, membuat rem bekerja ekstra keras untuk memperlambat kendaraan.

Ilham menambahkan, banyak pengemudi tidak sadar bahwa cara berkendara di jalan padat juga mempercepat keausan kampas rem.

“Kebiasaan injak gas lalu rem berulang-ulang di kemacetan itu bikin kampas cepat habis tanpa disadari,” ujar Opik.

Setiap kali pedal rem ditekan, kampas bekerja mencengkeram cakram, dan frekuensi tinggi dari aksi ini membuatnya cepat aus.