GridOto.com- Bro, jangan sepelekan cairan sakti di dalam mesin!
Buat para pemilik kendaraan, termasuk dunia tambang yang tiap hari ‘nyiksa’ alat berat, Castrol Indonesia baru saja ngelepas 'alarm' keras.
Seringnya, pelaku industri fokus ngurusin bahan bakar solar atau ban jagoan mereka.
Padahal, urusan manajemen pelumasan yang kelihatannya sepele ini justru jadi penentu hidup-matinya dompet perusahaan!
Menurut General Manager B2B Castrol Indonesia, Troy Howard, biaya pelumas di sektor pertambangan itu sebenarnya kecil banget, cuma 3-4 persen dari total biaya operasional.
"Saking kecilnya, banyak yang akhirnya masa bodoh sama perawatannya," ungkap Troy dalam Kompas Professional Mining dan Castrol, di JIExpo Kemayoran, Jumat (11/9/2026).
Padahal, beda kasus sama kehabisan solar yang tinggal isi ulang tangki langsung ngibrit lagi.
Salah urus pelumas akibat pelumasan abal-abal atau telat ganti justru berakibat fatal.
Baca Juga: Resmi Honda HRC Gaet Castrol di MotoGP 2025, Joan Mir dan luca Marini Bilang Gini Komponen jeroan kayak mesin dan transmisi bisa rontok parah!
Akibatnya rantai kerugian menyeruak, mesin ngadat (downtime produksi), alat berat 'pensiun' dini di lapangan.
Termasuk, Biaya bengkak buat beli suku cadang baru dan ongkos mekanik
Makanya, Castrol mewanti-wanti supaya industri nggak cuma lihat harga beli olinya doang, tapi dihitung secara holistik.
"Kalau manajemen olinya amburadul, dampaknya bisa bikin biaya suku cadang dan tenaga kerja melonjak 25% sampai 30%, bahkan nyampe 40%!," katanya.
So, mulai sekarang, urusan simpan oli, cara penanganan, sampai perawatan mesin wajib hukumnya dikawal ketat biar kantong nggak jebol di tengah jalan!