Jumlah tersebut bahkan masih lebih banyak dibandingkan armada taksi listrik milik perusahaan.
Berdasar klaim mereka, mobil dengan teknologi ini dapat dapat memberikan efisiensi serta kontribusi dalam pengurangan emisi hingga 45 persen.
Kendati demikian, karena posisi gas ada di area belakang kursi penumpang atau di bagasi, maka ruang kompartemen jadi sedikit terbatas.
Lebih lanjut, Hery mengatakan, konsumen tetap dapat membeli mobil eks taksi dengan sistem CNG.
Namun, bagi yang menginginkan konfigurasi bensin, Bluebird juga menyediakan opsi pelepasan perangkat CNG sesuai prosedur teknis yang berlaku.
"Untuk penjualan kepada masyarakat umum, perangkat CNG juga dapat dilepas dan kendaraan dikembalikan ke konfigurasi bahan bakar bensin sesuai prosedur teknis yang berlaku," terang Hery.
Setelah perangkat CNG dilepas, mobil tidak langsung dipasarkan.
Unit tersebut akan kembali menjalani pemeriksaan untuk memastikan seluruh sistem berfungsi normal dan aspek keselamatannya tetap memenuhi standar.
"Setelah proses tersebut, kendaraan kembali diperiksa untuk memastikan fungsi dan keamanannya sebelum ditawarkan melalui kanal penjualan mobil bekas Bluebird," lanjut Hery.