"Penonton yang berada di tribun, terutama VIP tidak beraturan karena lemparan itu. Mereka berdesak-desakan, kemudian terjadi pergeseran (penonton ke titik tertentu)," ungkap Petrus.
Menurut Petrus, kondisi tersebut terus berulang hingga beberapa kali.
"Itu berulang, pembagian itu lebih dari satu kali. Pelemparan kaus mengakibatkan pergeseran penonton, kemudian panggung non-permanen itu jadi goyang-goyang dan roboh," jelas Petrus.