Menurutnya, kelancaran penyaluran BBM bergantung pada kesiapan armada, aspek keselamatan pelayaran, serta kondisi cuaca yang memengaruhi proses pelayaran.
“Pertamina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyaluran BBM ke wilayah Kepulauan Banda. Mengingat distribusi dilakukan melalui jalur laut, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Abbas.
Abbas menambahkan, selain mempercepat penyaluran, Pertamina juga akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi stok di lembaga penyalur serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan, guna memastikan keberlanjutan pasokan berikutnya sehingga kebutuhan BBM masyarakat Banda tetap terjaga.
Adapun terkait kenaikan harga BBM yang tinggi di tingkat eceran di Banda, Abbas menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina.
Menurutnya, harga yang diberlakukan oleh pengecer berada di luar kewenangan Pertamina.
“Pertamina mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan energi secara bijak serta memanfaatkan lembaga penyalur resmi, sehingga distribusi dapat berlangsung secara lebih merata,” pungkasnya.