Tercengang, Harga Seliter Pertamax di Kepulauan Banda Maluku Tembus Rp 50.000

By , Senin, 27 Juli 2026 | 12:00 WIB

Ilustrasi Pertamax eceran dijual Rp 50.000 per liter (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

GridOto.com - Kabar mencengangkan datang dari Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Maluku.

Harga seliter Pertamax di sana dikabarkan tembus sampai Rp 50.000.

Hal itu diklaim akibat dari kelangkaan BBM yang terjadi sejak dua pekan terakhir karena rantai pasokan ke wilayah tersebut tidak berjalan normal.

Akibat kelangkaan tersebut, warga di wilayah tersebut kini mulai kesulitan mendapatkan BBM.

Selain itu kelangkaan yang terjadi juga memicu kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang sangat tinggi.

Harga per liternya dijual antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000.

"Sudah dua minggu terakhir BBM sangat sulit didapat. Sekarang ini sudah terjadi kelangkaan BBM paling parah," kata Gunawan salah seorang warga Banda saat dihubungi dari Ambon, (25/7/26) melansir Kompas.com.

Gunawan mengungkapkan kelangkaan BBM yang terjadi membuat warga di wilayah tersebut terpaksa menempuh perjalanan laut puluhan mil menuju Pulau Seram untuk membeli BBM di Tehoru, Maluku Tengah selanjutnya dijual kembali kepada warga di Kepulauan Banda.

"Kemarin ada warga di sini yang membeli 5 drum BBM dari Tehoru untuk dijual di sini, tapi harganya mahal sekali sampai Rp 30.000 per liter dan untuk warga yang butuh dapat BBM dengan cepat satu liter itu harus bayar sampai Rp 50.000," akunya.

Adapun BBM yang dipasok Pertamina ke Kepulauan Banda selama ini hanya jenis Pertamax, sedangkan untuk Pertalite tidak masuk ke wilayah itu.

Baca Juga: Dua Pedagang Bensin Eceran di Lumajang Terancam Denda Rp 60 Miliar, Barang Bukti Mencengangkan

"Di sini Pertalite tidak ada, tidak pernah masuk yang ada hanya Pertamax," sebutnya.

Menurutnya kelangkaan BBM di wilayah tersebut terjadi dalam dua pekan terakhir karena pasokan BBM dari Pertamina tidak lagi berjalan seperti biasa.

Kehabisan stok BBM juga menyebabkan satu-satunya SPBU di wilayah tersebut tidak lagi beroperasi melayani kebutuhan masyarakat di wilayah itu.

"Kapal yang biasa mengangkut BBM ke sini tidak lagi masuk, dan SPBU yang ada di sini tidak lagi beroperasi karena kehabisan stok. Sekarang kita masyarakat khususnya para nelayan, penyedia jasa transportasi laut dan juga tukang ojek sangat kesulitan sekali," ungkapnya.

Camat Kepulauan Banda, Rusdi Saiman yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah tersebut.

Ia juga mengaku kelangkaan yang terjadi menyebabkan harga BBM yang dijual melambung tinggi dari harga normal.

"Iya ada kelangkaan BBM di sini. Harganya juga mahal Rp 30.000 per liter," tutur Rusdi via telepon dikutip dari Kompas.com.

Rusdi mengungkapkan kelangkaan BBM di wilayah tersebut terjadi karena adanya keterlambatan pasokan stok BBM dari Pertamina ke wilayah itu.

Akibat keterlambatan pasokan BBM, warga terpaksa menggunakan motor laut untuk membeli BBM ke Pulau Seram untuk dijual lagi kepada warga di Kepulauan Banda.

"Iya distribusi terlambat jadi ada pakai motor laut beli BBM ke Pulau Seram untuk dijual lagi di sini," akunya.

Baca Juga: Ngeri, Harga Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 Per Botol

Terkait kelangkaan BBM di wilayah tersebut, Rusdi berharap agar pihak berwenang termasuk Pertamina dapat menangani masalah tersebut sehingga warga tidak lagi merasa kesulitan.

"Iya kita berharap begitu agar bisa segera ditangani, sebab ini sangat menyulitkan warga khususnya nelayan, tukang ojek, pokoknya semua," terangnya.

Sementara itu Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi yang dimintai tanggapannya terkait masalah tersebut belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Nanti dicek dulu ya," jawab Bramantyo via pesan WhatsApp.