Tercengang, Harga Seliter Pertamax di Kepulauan Banda Maluku Tembus Rp 50.000

By , Senin, 27 Juli 2026 | 12:00 WIB

Ilustrasi Pertamax eceran dijual Rp 50.000 per liter (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Kehabisan stok BBM juga menyebabkan satu-satunya SPBU di wilayah tersebut tidak lagi beroperasi melayani kebutuhan masyarakat di wilayah itu.

"Kapal yang biasa mengangkut BBM ke sini tidak lagi masuk, dan SPBU yang ada di sini tidak lagi beroperasi karena kehabisan stok. Sekarang kita masyarakat khususnya para nelayan, penyedia jasa transportasi laut dan juga tukang ojek sangat kesulitan sekali," ungkapnya.

Camat Kepulauan Banda, Rusdi Saiman yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah tersebut.

Ia juga mengaku kelangkaan yang terjadi menyebabkan harga BBM yang dijual melambung tinggi dari harga normal.

"Iya ada kelangkaan BBM di sini. Harganya juga mahal Rp 30.000 per liter," tutur Rusdi via telepon dikutip dari Kompas.com.

Rusdi mengungkapkan kelangkaan BBM di wilayah tersebut terjadi karena adanya keterlambatan pasokan stok BBM dari Pertamina ke wilayah itu.

Akibat keterlambatan pasokan BBM, warga terpaksa menggunakan motor laut untuk membeli BBM ke Pulau Seram untuk dijual lagi kepada warga di Kepulauan Banda.

"Iya distribusi terlambat jadi ada pakai motor laut beli BBM ke Pulau Seram untuk dijual lagi di sini," akunya.

Baca Juga: Ngeri, Harga Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 Per Botol

Terkait kelangkaan BBM di wilayah tersebut, Rusdi berharap agar pihak berwenang termasuk Pertamina dapat menangani masalah tersebut sehingga warga tidak lagi merasa kesulitan.

"Iya kita berharap begitu agar bisa segera ditangani, sebab ini sangat menyulitkan warga khususnya nelayan, tukang ojek, pokoknya semua," terangnya.

Sementara itu Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi yang dimintai tanggapannya terkait masalah tersebut belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Nanti dicek dulu ya," jawab Bramantyo via pesan WhatsApp.