GridOto.com – PT Sokonindo Automobile optimistis pasar mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Bahkan, segmen ini diyakini bakal berkembang menjadi pasar tersendiri seiring semakin banyaknya pilihan produk dengan harga yang lebih terjangkau.
Keyakinan tersebut disampaikan jelang peluncuran E5 Plus, SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang akan resmi meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menilai perkembangan pasar PHEV saat ini mulai memasuki fase baru.
Menurutnya, kehadiran merek-merek asal Tiongkok dengan teknologi terbaru dan harga yang lebih kompetitif menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan segmen tersebut.
"Kalau dari kita sebagai Agen Pemegang Merek (APM), PHEV itu sudah lama diperkenalkan brand-brand Eropa. Lalu brand Cina datang dengan PHEV-nya dengan teknologi dan harga yang lebih terjangkau," ujar Cing Hok Rifin di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menilai selama ini salah satu kendala perkembangan PHEV adalah harga jual yang relatif tinggi.
Kini, dengan hadirnya produk-produk baru yang lebih terjangkau, konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk masuk ke segmen elektrifikasi.
"Kalau yang lain kan harga bisa Rp 2 miliar, dan ini lebih terjangkau. Saya kira PHEV akan bikin segmen tersendiri," lanjutnya.
Baca Juga: Terungkap, DFSK E5 Plus Bakal Hadir dalam 2 Varian di GIIAS 2026
Cing Hok juga berpandangan bahwa perkembangan industri otomotif ke depan tidak lagi hanya mengandalkan aspek mesin maupun kenyamanan kabin semata.
Menurutnya, teknologi elektrifikasi akan berjalan beriringan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai nilai jual utama kendaraan masa depan.
"Karena mobil ke depannya bukan hanya antara kabin, engine dan sebagainya. Tetapi mobil, elektrifikasi, dan AI itu nanti akan segmen tersendiri," jelasnya.