Shockbreaker Mobil Bocor Bukan Satu-satunya Tanda Harus Diganti

By , Selasa, 28 Juli 2026 | 19:00 WIB

Shockbreaker Mobil Bocor Bukan Satu-satunya Tanda Harus Diganti (FahmyFM/GridOto.com)

GridOto.com- Shockbreaker merupakan komponen suspensi yang berfungsi meredam ayunan pegas agar mobil tetap stabil dan nyaman dikendarai.

Namun, banyak pemilik mobil mengira shockbreaker baru perlu diganti ketika sudah terlihat bocor.

Pemilik bengkel spesialis kaki-kaki Cempaka Per di Ciledug, Tangerang, Irfan Setiawan mengatakan anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Banyak yang nunggu shock bocor dulu baru diganti, padahal belum bocor pun kalau redamannya sudah lemah ya tetap harus diganti," ujar Irfan Setiawan kepada GridOto.

Kebocoran di shockbreaker mobil (FahmyFM/GridOto.com)

Baca Juga: Harus Tahu, Ini Tanda-tanda Shockbreaker Mobil Bocor Ketika Dikendarai

Menurutnya, salah satu gejala shockbreaker yang mulai melemah adalah bodi mobil memantul berlebihan setelah melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.

Kondisi tersebut terjadi karena kemampuan shockbreaker menahan ayunan pegas sudah berkurang sehingga mobil terus bergerak naik turun.

"Coba lewat polisi tidur, kalau mobil masih ngayun dua sampai tiga kali, biasanya shockbreaker sudah enggak bagus lagi," jelasnya.

Selain mengurangi kenyamanan, shockbreaker yang lemah juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan saat bermanuver maupun melaju di kecepatan tinggi.

Pengecekan kaki-kaki mobil bekas pasca mudik (Ryan/Gridoto)

Baca Juga: Spooring Bisa Gagal Kalau Kaki-Kaki Mobil Kondisinya Kayak Gini

Akibatnya, ban lebih sulit menjaga kontak dengan permukaan jalan sehingga pengendalian mobil menjadi kurang optimal.