Akhir Kasus Alphard di Bundaran HI, Tiga Polisi Diamankan Paminal dan Gantian Sujud ke Satpam

By , Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:59 WIB

Tiga polisi yang terlibat cekcok dengan satpam di bundaran HI ditangkap Paminal. ((Dokumentasi: Tim Kuasa Hukum Fiktor Harefa))

Wiradarma menjelaskan, ketiga anggota polisi itu tidak dihadirkan karena langsung diamankan oleh Paminal Polda Jawa Barat.

"Teman-teman yang sudah menunggu, kenapa nanti mungkin bertanya-tanya kenapa tidak ada yang bersangkutan ya, bahwa memang orang itu sekarang sudah diamankan. Ada sekarang itu di Paminal dari Jawa Barat. Ya, jadi sekarang mereka diamankan," ungkap Wiradarma di Mapolsek Metro Menteng, Jumat malam.

Ia juga membenarkan bahwa ketiga orang yang menjadi lawan mediasi Fiktor mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri yang bertugas di Polda Jawa Barat.

"Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu 'kami anggota', iya. Cuma makanya ini hari ini juga mereka sudah dijemput dan hari ini dijaga di atas ya, ada yang memeriksa," jelasnya menukil Kompas.com.

Polisi yang mengemudikan Toyota Alphard disebut juga sudah bersujud dan melakukan push-up di hadapan petugas keamanan (satpam) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Fiktor Harefa (27).

Dalam kesempatan yang sama, Braiel menegaskan Toyota Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ yang digunakan ketiga anggota polisi tersebut merupakan kendaraan pribadi, bukan mobil dinas.

Baca Juga: Cekcok Sopir dan Penumpang Toyota Alphard Vs Satpam di Bundaran HI, Ditegur Malah Ngaku Aparat

"Ya itu mobil pribadi, mobil pribadi," ucap Braiel.

Namun, saat ditanya mengenai pemilik kendaraan tersebut maupun alasan penggunaan pelat nomor palsu, Braiel enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Detailnya teknis-teknis, nanti silakan konfirmasi ke bagian teknis Propam Polda Jawa Barat ya," kata Braiel.

Meski begitu, ia memastikan dugaan tindakan arogan, intimidasi, hingga ancaman terhadap Fiktor akan diproses oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat.

"Terkait dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, ini malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Bid Propam Polda Jawa Barat," ujar Braiel.

Sedangkan antara kedua belah pihak,Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, mereka menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.