GridOto.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi memperluas jangkauan program Vocational School Development ke wilayah Provinsi Bali demi memperkuat kualitas pendidikan vokasi di daerah tersebut.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan alat peraga berupa mesin berteknologi terkini kepada dua sekolah kejuruan, yakni SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar.
Fasilitas praktik yang diberikan mencakup satu unit mesin bensin Toyota tipe 2TR untuk SMKN 1 Denpasar serta satu unit mesin diesel Toyota tipe 2GD bagi SMK Rekayasa Denpasar.
Bantuan alat peraga mesin ini ditujukan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) agar lebih memahami perkembangan teknologi otomotif masa kini.
Penyerahan unit mesin di Bali ini sekaligus menambah deretan sekolah binaan TMMIN yang kini secara nasional telah mencapai total 34 SMK di berbagai daerah Indonesia.
Langkah perluasan program yang berlangsung pada Juli 2026 ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya program CSR vokasi TMMIN merambah wilayah Bali dan Lombok.
TMMIN tidak hanya memberikan alat peraga, melainkan juga menyelaraskan kurikulum sekolah serta memberikan pelatihan basic skill industri kepada para guru pengajar.
Pendekatan menyeluruh ini dirancang agar lingkungan sekolah mampu menanamkan budaya kerja profesional, mulai dari aspek kedisiplinan, keselamatan kerja, hingga semangat continuous improvement.
Upaya yang dilakukan TMMIN ini berfokus pada peningkatkan kualitas lulusan SMK agar memiliki kesiapan teknis sekaligus karakter kuat yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja nasional.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menegaskan komitmen perusahaannya untuk senantiasa berinvestasi pada pengembangan kapasitas manusia di ruang-ruang pendidikan vokasi.
"Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia, sehingga kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta masa depan," tegas Nandi, dikutip dari rilis (24/07).
Di sisi lain, Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menyoroti pentingnya peran sinergi antara pihak swasta, sekolah, dan pemerintah.