Pada kategori teknisi, finalis dari mekanik AHASS menjalani serangkaian pengujian meliputi teori, praktik meja, serta troubleshooting.
Begitu juga dengan kategori mekanik yang menangani Big Bike Honda.
Sedangkan kategori Service Advisor diuji melalui materi teori, studi kasus, role play, hingga praktik pelayanan kepada konsumen.
Seluruh tahapan penilaian dirancang untuk merepresentasikan kondisi kerja nyata dengan menitikberatkan pada aspek akurasi, efisiensi, keselamatan kerja, dan kebersihan selama proses servis berlangsung.
Oya, juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler dan Service Advisor akan menjadi kandidat seleksi Asian Oceania Technical Skill Contest (AOC-TSC 2026) yang berlangsung pada Agustus 2026.
Sementara itu, juara pertama kategori Teknisi Big Bike akan langsung mewakili Indonesia pada AOC 2026, sedangkan juara kedua akan menjadi kandidat dalam proses seleksi AOC pada Agustus 2026.
Baca Juga: Bukan 'Terabas' Biasa, Honda Big Bike Jateng Gandeng Ontahood Bikin Acara Adventure Khusus Moge
Bagi AHM, Technical Skill Contest bukan hanya sekadar pertandingan antar mekanik dan service advisor (SA) saja.
"Melalui AHM Technical Skill Contest, kami ingin terus melahirkan teknisi Honda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki standar kompetensi yang tinggi, dan selalu mengutamakan kepuasan konsumen," Buka V. H Kunsala Krishna, General Manager Technical Service Manager AHM.
"Kami berharap para pemenang juga dapat membawa kemampuan teknisi Indonesia bersaing dan berprestasi di tingkat selanjutnya yaitu Asia Oceania Technical Skill Contest 2026," ujar Krishna.