Takut Pulang Malam Karena Begal Motor, Kapolda Jabar Persilahkan Warga Minta Kawal Polisi Gratis!

By , Jumat, 24 Juli 2026 | 20:30 WIB

Ilustrasi aksi begal motor di Flyover Kopo, Bojongloa Kidul, kota Bandung, sekitar pukul 03:00 WIB, (14/7/26) (Gemini AI)

GridOto.com - Buat pengguna kendaraan yang takut pulang malam, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto mempersilahkan masyarakat untuk minta pengawalan polisi.

Hal ini bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan.

"Boleh, boleh, boleh. Jadi, apabila ada ketakutan, ini imbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolong informasikan dan laporkan kepada kepolisian," katanya di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

Pipit pun akan memerintahkan anggotanya untuk merespons cepat setiap laporan dari masyarakat.

Tak mesti menghubungi kantor polisi, polisi yang siaga di sejumlah titik pun bisa dimintai pertolongan oleh masyarakat.

"Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya, karena nanti ada di spot-spot tertentu sudah ada anggota yang siaga di sana," ujarnya menukil TribunJabar.

Adapun hingga akhir Juli 2026, Pipit menyebut total kasus begal yang telah diungkap oleh Polda sejumlah 40 kasus.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp 50 Juta, Syaratnya Masih Keadaan Hidup

Hingga akhir tahun, ditargetkan pengungkapan kasus begal lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

"Tapi sampai ke Juli ini datanya masih 40-an ya. Terpenting adalah pengungkapannya pada tahun lalu rata-rata di 65 persen. Kami akan tingkatkan menjadi 70 sampai 80 persen," ujarnya

Seorang perempuan yang sempat viral di media sosial, Adinda Religia (25) membagikan pengalamannya saat pulang yang dikawal polisi dari tempat kerjanya di kawasan Rajawali menuju kediamannya di Kawasan Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung.

Ia mengaku takut berkendara pulang setelah ramai di media sosial tentang kejahatan jalanan di Bandung.

"Ya kejadiannya Senin (20/7/2026) saat mau pulang dari arah Rajawali ke Kopo di daerah Sayati. Awalnya tahu informasi ada zona merah di daerah Soekarno Hatta dan Flyover Kopo. Karena takut, akhirnya menghubungi polisi lewat 110 untuk meminta pengawalan," ujarnya saat dihubungi.

Adinda menyebut dia beriring-iringan tiga motor, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang mau mengarah ke Kopo.

"Kami jalan di depan dan dikawal mobil polisi yang ikut di belakang. Saya kerjanya shift, dan seminggu ini dapat shift malam, dan pulang bareng dengan teman-teman," katanya.

Baca Juga: Soal Boleh Lawan Begal di Bandung, Wali Kota Beri Catatan Khusus Untuk Warga

Dia pun mengaku bersyukur karena sudah banyak pelaku begal yang ditangkap Polrestabes Bandung.

Pasalnya, kata Adinda, para pelaku itu meresahkan sekali buat masyarakat yang beraktivitas malam hari.

"Mudah-mudahan memberikan efek jera untuk para begal, karena banyak yang beraktivatas di malam hari dan ada yang kerja, ada yang pulang kerja," ujarnya sambil berharap ke aparat kepolisian untuk terus berpatroli sekaligus meminta pemerintah memperbaiki lampu penerangan jalan umum di sepanjang Jalan Soekarno Hatta.