"Untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," jelas Pramono.
Sebelumnya diberitakan, video yang memperlihatkan keributan antara seorang satpam dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial, (22/7/26).
Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut Braiel, pengemudi Toyota Alphard memang menerobos lampu merah di penyeberangan depan Hotel Pullman.
"Pengendara mobil menerobos lampu merah di penyeberangan depan Hotel Pullman," kata Braiel melalui pesan WhatsApp, (22//7/26) dikutip dari Kompas.com.
Namun, tindakan itu memicu adu mulut karena sopir Alphard merasa tidak terima.
"Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," ucapnya.
Setelah itu, kedua belah pihak mendatangi pos polisi untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Braiel, permasalahan akhirnya diselesaikan secara damai.
Baca Juga: Pengendara Honda BeAT Baju Loreng Cekcok Vs Polisi, Masalah Lampu Merah
Namun, pada Kamis (23/7/26) pagi, Vicol Harefa, satpam dalam video itu, merilis sebuah video di media sosial yang mengeklaim bahwa dirinya dipaksa bersujud dan mencium tangan pengemudi Alphard saat proses mediasi berlangsung.
"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ungkap Vicol dalam videonya.