Mas Pram Buka-bukaan, Beberkan Biang Keladi Kemacetan di Jalan Raya Cakung-Cilincing

By , Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00 WIB

Kemacetan di jalan raya Cakung-Cilincing, Jakarta (Miftahul Munir/Wartakotalive.com)

GridOto.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka-bukaan terkait biang keladi kemacetan jalan Cakung-Cilincing.

Mas Pram, sapaan akrabnya membeberkan, kemacetan terjadi karena jumlah kontainer berisi barang impor yang masuk ke Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan kontainer kosong yang keluar untuk kebutuhan ekspor.

Akibat ketidakseimbangan tersebut, banyak truk kontainer harus mengantre di depo.

Karena kapasitas depo penuh, truk-truk itu akhirnya berhenti dan parkir di badan jalan sehingga memicu kemacetan panjang.

"Kemacetan yang terjadi karena yang masuk dan yang keluar itu tidak balance. Sekarang ini banyak sekali kontainer yang berisi dari impor kemudian masuk ke Jakarta. Tetapi kontainer-kontainer yang kosong untuk ekspor kebetulan mengalami penurunan yang signifikan sehingga terjadi antrean di mana-mana," kata Pramono saat ditemui di kawasan Sunter, Jakarta Utara, (23/7/26) menukil Kompas.com.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin agar truk kontainer kosong tidak lagi parkir di sepanjang Jalan Cakung-Cilincing.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menyiapkan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone atau lokasi penampungan sementara bagi kontainer kosong.

"Saya sudah mengutus kepada Kepala Dinas Perhubungan, Pak Budi. Kemarin malam saya sudah telepon dan saya memutuskan peti kemas kosong tidak boleh lagi parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone," ujarnya.

Pramono mengatakan, Pemprov DKI juga membebaskan tarif parkir di Terminal Tanah Merdeka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Kebijakan ini diberikan agar para pemilik kontainer mau memindahkan kendaraannya ke lokasi tersebut, bukan membiarkannya parkir di pinggir jalan.

Baca Juga: Seperti Wilayah Tanpa Hukum, Truk di Jalan Raya Bekasi Cakung Digerogoti Bajing Doyan Besi

Kemacetan di jalan raya Cakung-Cilincing, Jakarta akibat padatnya aktivitas truk kontainer (Instagram/@ilhamapriyanto)

"Karena ini rata-rata adalah kontainer kosong, mereka kan tidak mau bayar retribusi. Maka dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif supaya tidak parkir di sepanjang jalan. Supaya mereka parkir di tempat yang disiapkan. Di Tanah Merdeka itu mampu menampung lebih dari 200 kontainer," beber Mas Pram.

Ia berharap langkah tersebut dapat mengurangi kemacetan di Jalan Cakung-Cilincing yang dalam beberapa hari terakhir bahkan menyebabkan antrean kendaraan hingga beberapa kilometer.

Sebelumnya, Jalan Cakung-Cilincing yang menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Utara mengalami kemacetan panjang akibat antrean truk kontainer yang hendak masuk ke depo.

Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Cakung Raden mengatakan, antrean sudah terjadi sejak Senin (20/7/26) malam karena kapasitas depo di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sudah penuh.

Menurut Raden, truk-truk yang tidak bisa langsung masuk ke depo akhirnya mengantre di jalan.

Antrean bahkan sempat mencapai sekitar dua kilometer dan membuat lalu lintas di Jalan Raya Bekasi ikut tersendat.

"Karena ini kenapa macet, sudah overload di dalam. Masih saja mengantre. Overload di dalam depo-depo sudah overload, sudah kapasitas sudah tidak muat," kata Raden saat dihubungi, (21/7/26) dikutip dari Kompas.com.

Kondisi baru berangsur membaik setelah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan pengaturan lalu lintas.