Anak Durhaka, Tega Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Rp 15 Juta Buat Kredit Motor

By , Jumat, 24 Juli 2026 | 11:30 WIB

Polisi mendatangi rumah yang dibakar oleh anak dari pemilik gara-gara tak kunjung diberi uang Rp 15 juta untuk kredit motor di dusun Ngebel, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dok. Humas Polres Bantul)

Meski sempat dilakukan pendekatan secara persuasif, pelaku tetap tidak dapat dikendalikan.

"Pada sekitar pukul 20.30 WIB pelaku kemudian menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya." papar Rita.

"Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," jelasnya.

Dalam proses pemadaman itu, lanjut Rita, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki akibat kontak langsung dengan kobaran api.

"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berkat respons cepat warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas," jelas Rita.

Sementara itu, pelaku MN (32) juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung.

Setelah dievakuasi oleh warga, pelaku dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang di dalam kamar mengalami kerusakan, antara lain kasur, bantal, pakaian, jendela, serta kursi busa.

Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta.

Baca Juga: Pemuda Durhaka, Tega Bunuh Ayah Kandung Sendiri Gara-gara Motor

Rita menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga dan keluarga, pelaku diketahui memiliki riwayat permasalahan keluarga yang telah berlangsung cukup lama.

"Dari hasil pendalaman sementara, pelaku memang memiliki riwayat persoalan keluarga dan beberapa kali sudah diperingatkan oleh warga karena dinilai sering membuat keresahan di lingkungan sekitar." ungkap Rita.

"Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Rita.