Vicol kemudian menjelaskan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi, mulai dari dugaan pelanggaran lampu merah hingga alasan dirinya mengetuk kaca mobil dan mengajak pihak pengemudi dan penumpang Alphard menyelesaikan persoalan di pos polisi.
Namun, kepala pos polisi kemudian mengatakan bahwa Vicol lah yang salah.
"Kepala pospolnya menyampaikan ke saya, 'Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'" ungkap dia.
Ia mengaku akhirnya memilih meminta maaf ke pihak sopir dan penumpang Alphard.
Menurut Vicol, keputusan itu diambil karena dirinya sendirian dan pihak pengemudi disebut menanyakan vendor tempatnya bekerja serta mengancam akan melaporkannya agar dikeluarkan dari pekerjaan.
"Saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ujar dia.
Vicol juga mengaku sempat dimaki dan kerah bajunya diangkat oleh sopir Alphard meski ia telah dua kali bersalaman dan mencium tangan pihak tersebut sebagai bentuk penghormatan.
Di akhir keterangannya, Vicol menyampaikan permintaan maaf apabila tindakannya dianggap keliru.
"Kalau saya yang salah di sini, saya pribadi saya minta maaf. Tetapi pihak yang satunya belum minta maaf atau sok benar semuanya," tambah dia.
Baca Juga: Pria Paruh Baya Bawa Mitsubishi Pajero Sport Ngamuk, Pamer Pistol Ngaku Aparat
Dalam video terpisah yang diunggah akun Instagram @kabarjakpus24, rekaman kamera pengawas memperlihatkan jelas insiden tersebut.
Awalnya, sejumlah pejalan kaki terlihat menunggu giliran lampu jalan untuk melakukan penyeberangan.
Setelah lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah, sejumlah kendaraan tampak langsung berhenti tepat sebelum zebra cross.