GridOto.com – Pembelian sepeda motor Honda di wilayah Jakarta dan Tangerang masih didominasi skema kredit.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) mencatat sekitar 60 persen penjualan berasal dari transaksi kredit, sementara sisanya dilakukan secara tunai.
Division Head of Sales WMS, Olivia Widyasuwita, mengatakan tren tersebut masih sejalan dengan karakter pasar sepeda motor yang mengandalkan fasilitas pembiayaan untuk memudahkan konsumen memiliki kendaraan.
"Saat ini, komposisi penjualan masih didominasi oleh pembelian secara kredit dengan kontribusi sekitar 60 persen, sementara 40 persen lainnya merupakan pembelian secara tunai," ujar Olivia kepada GridOto.com, Selasa (21/7/2026).
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, WMS membukukan penjualan sebanyak 171.074 unit sepeda motor Honda di wilayah Jakarta dan Tangerang.
Menurut Olivia, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Honda masih tetap tinggi.
"Hingga akhir Juni 2026, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) berhasil membukukan penjualan sebanyak 171.074 unit sepeda motor Honda di area Jakarta dan Tangerang. Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap produk Honda, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi konsumen," katanya.
Dari seluruh model yang dipasarkan, Honda BeAT Series masih menjadi penyumbang penjualan terbesar.
Olivia menyebut skutik tersebut tetap menjadi favorit karena dikenal irit bahan bakar, memiliki dimensi yang ringkas, serta mudah digunakan untuk mobilitas sehari-hari di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Selama 2 Pekan, Wahana Makmur Sejati Raih 2.700 Unit Penjualan
"Honda BeAT Series masih menjadi kontributor penjualan terbesar di area Jakarta dan Tangerang. Popularitas model ini didukung oleh berbagai keunggulan, seperti konsumsi bahan bakar yang irit, desain yang ringan dan lincah untuk mobilitas perkotaan," jelasnya.
Meski begitu, WMS mengakui kondisi pasar saat ini masih memberikan tantangan, terutama pada segmen entry level.
Penurunan daya beli masyarakat serta proses persetujuan pembiayaan yang semakin selektif menjadi faktor yang memengaruhi permintaan di kelas tersebut.