GridOto.com - Bagi para pencinta motor klasik nama besar Honda CB tentu sangat melegenda dan tidak asing lagi di telinga.
Namun, pabrikan berlogo sayap mengepak ternyata pernah merilis saudara kembar dari keluarga CB yang penampilannya sekilas sangat mirip, ia adalah Honda CG.
Jika disandingkan secara visual, orang awam pasti akan kesulitan membedakan keduanya karena desain bodi, tangki, hingga perawakan Honda CG memang bak pinang dibelah dua dengan Honda CB.
Meskipun wujudnya sangat identik, ada perbedaan mendasar yang membuat kedua motor ini dipisahkan secara nama, dan itu tersembunyi di balik blok mesinnya.
Honda CB mengadopsi konstruksi mesin Over Head Camshaft (OHC) yang umum dipakai pada sepeda motor modern saat ini, di mana rantai keteng digunakan untuk menggerakkan noken as di bagian head silinder.
Sementara itu, Honda CG hadir dengan inovasi mesin yang sangat unik di zamannya, yakni menggunakan teknologi Over Head Valve (OHV) dengan mekanisme push rod tanpa rantai keteng sama sekali.
Pada mesin CG, posisi noken as diletakkan di area bawah silinder, bukan di bagian atas seperti mesin OHC pada umumnya.
Perbedaan mekanisme mesin inilah yang membuat Honda CG dikenal jauh lebih tahan banting ketimbang Honda CB.
Baca Juga: Honda CB Legendaris Bermesin 4-Silinder Muncul Kembali, Fiturnya Kini Serba Canggih
Dari sejarah kelahirannya di era 1970-an, Honda memang sengaja merancang seri CG untuk dipasarkan di negara-negara berkembang yang infrastrukturnya masih terbatas.
Salah satu negara tujuan utamanya kala itu adalah Brasil, tempat di mana pasokan oli mesin sangat langka di daerah pelosok.