Mobil Keyless Bisa Dibobol Relay Attack, Tapi Ahli Kunci Sebut Maling di Indonesia Belum Mampu

By , Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB

Ilustrasi pencurian mobil keyless dengan alat relay attack (Gemini AI)

Cara ini umumnya menyasar remote yang masih menggunakan sistem keamanan sederhana.

"Jadi paling simpel itu biasanya justru karena keyless memancarkan sinyal. Jadi ketika kita mau pencet, itu ada alat dari jauh. Itu bisa," beber Raymond.

Menurut dia, secara umum terdapat tiga jenis sistem kode pada remote kendaraan, yaitu fixed code, rolling code dan encrypted code.

Raymond mengatakan, remote dengan sistem fixed code menjadi yang paling mudah dibajak karena selalu mengirimkan data yang sama setiap kali tombol ditekan.

"Biasanya paling bisa ditembak itu yang data fiks," terangnya.

Sebaliknya, remote yang menggunakan rolling code maupun encrypted code memiliki tingkat keamanan lebih tinggi karena kode yang dikirim akan terus berubah atau sudah terenkripsi.

Ia mencontohkan sistem keamanan yang digunakan merek alarm kendaraan Clifford.

"Makanya zaman dulu ada Clifford, remot Clifford itu anti dibajak. Karena data mereka antara rolling atau encrypted. Jadi enggak bisa dibajak," ujar Raymond.

Karena itu, ia mengimbau pemilik kendaraan tidak sembarangan menggunakan remote aksesori dengan sistem keamanan yang belum jelas.

Remote yang masih menggunakan fixed code dinilai lebih rentan terhadap upaya pembajakan sinyal dibandingkan sistem rolling code atau encrypted yang kini banyak digunakan pada kendaraan modern.