GridOto.com - Enggak nyangka, ternyata penjualan KIA di Indonesia pernah terbantu dengan kehadiran army, lho.
Army yang dimaksud bukan tentara ya, melainkan penggemar atau fans kebudayaan populer asal Korea Selatan.
Awalnya istilah army digunakan untuk penggemar musik asal Korea Selatan yaitu BTS.
Namun istilah untuk fans yang didominasi oleh perempuan ini meluas menjadi penggemar musik Korean pop atau Kpop hingga Korean Drama.
Oya, Cerita ini berawal dari tahun 2000-an ketika KIA mulai menjual mobil dengan harga terjangkau di Indonesia.
Baca Juga: Nostalgia, Penampakan PT Handal Saat Masih Merakit Mobil Korea Selatan
"Awal tahun 2000-an, pengguna KIA kita bahasakan sebagai middle income ke bawah karena harga (mobilnya) relatif murah," buka Harry Yanto, VP Operation KIA Sales Indonesia kepada GridOto.
Termasuk mobil nasional yang basicnya dari mobil KIA seperti Timor hingga Bimantara.
"Kemudian tahun 2006, KIA mulai hire desainer Peter Schreyer," cerita Harry.
"Ia mengubah semua desain mobil KIA, termasuk melakukan improvement kualitas," tambahnya saat ditemui pada Jum'at lalu (17/07/2026).
Baca Juga: Hajatnya Mobil Korea Sukses Digelar Korean Car ID, Jadi Wadah Edukasi dan Hiburan Pencinta Otomotif
Nah, pada tahun 2011 menandai masuknya kebudayaan populer Korea di Indonesia.