Mulai 1 Oktober 2026, Solar B50 Sudah Resmi Dijual di SPBU Seluruh Indonesia

By , Senin, 20 Juli 2026 | 09:30 WIB

Biodiesel atau Solar B50 sudah ada di SPBU rest area KM 57 tol Jakarta-Cikampek (Dok. Jasa Marga)

GridOto.com - Program mandatori Biodiesel B50 dimulai sejak 1 Juli 2026.

Implementasi program Solar B50 ini pun dilakukan secara bertahap dengan masa transisi 3 bulan.

Lalu nanti akan resmi dijual di SPBU seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

"Ditargetkan pada 1 Oktober 2026, seluruh SPBU sudah menjual B50," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari dalam keterangannya, (13/7/26) disitat dari Kompas.com.

Dia menjelaskan, kebijakan ini juga diimplementasikan guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Menurut Qodari, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan biodiesel B50 secara nasional.

"Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia," terangnya.

Qodari menjelaskan, program mandatori B50 mewajibkan pencampuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen bahan bakar berbasis minyak nabati (Minyak Sawit).

Ia pun menjelaskan, program mandatori biodiesel ini telah dimulai sejak 2008.

Awalnya, program tersebut dimulai dengan B2,5 sebelum berkembang secara bertahap hingga menjadi B50.

Baca Juga: Sudah Riset Dua Dekade, Pemerintah Klaim Semua Kendaraan Aman Minum Biodiesel B50

Pengujian Biodiesel atau Solar B50 pada Isuzu D-Max (Dok. ESDM)

Menurut Qodari, program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun pada tahun ini.

"Program ini diarahkan untuk menghentikan impor solar sepenuhnya. B50 diproyeksikan dapat menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun pada 2026," tuturnya.

Selain itu, ia berharap B50 bisa memberikan multiplier effect yang besar berupa peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp23,49 triliun serta menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Di sektor lingkungan, menurut dia, B50 juga dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 pada tahun ini.

Qodari pun menekankan, pemerintah akan memastikan kesiapan implementasi B50 melalui berbagai persiapan yang menyeluruh.

Dari aspek teknis, pemerintah telah melakukan pengujian penggunaan B50 pada berbagai sektor pengguna mesin diesel untuk memastikan kinerja, keamanan, dan kesesuaian penggunaan B50.

"Dari aspek pasokan dan distribusi, pemerintah memastikan kesiapan kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan bahan baku, serta infrastruktur pencampuran (blending) dan distribusi," tegas Qodari.

Qodari melanjutkan, kemandirian energi merupakan salah satu syarat utama agar Indonesia mampu berdiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Oleh karenanya, program mandatori B50 dinilai menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber daya alam nasional.