GridOto.com - Yamaha Sunday Race (YSR) 2026 yang digelar akhir pekan ini (17-19/7) di sirkuit internasional Mandalika, ternyata telah konsisten digelar selama satu dekade.
Sejak 2015, YSR menjadi wadah para pembalap profesional dan komunitas berkompetisi.
"YSR juga jadi tempat membangun ekosistem motorsport dengan mencetak rider berprestasi serta memperkuat budaya racing Indonesia,” ungkap Johannes B.M.S, Assistant General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Pada gelaran di tahun ke 10 ini, YSR juga terasa makin kuat aura persaingan internasionalnya. Ada beberapa kelas yang diisi pembalap-pembalap dari mancanegara.
Pertama, seri ketiga R3 BLU CRU Asia-Pacific (APAC) 2026 jadi salah satu kelas yang dipertandingkan.
Tiga pembalap Indonesia ikut serta, ada Sabian Fathul Ilmi rider yang tampil semusim penuh. Lalu dua lainnya Reynaldi Junior dan M. Abid Ashar Musyafa mendapatkan wild card untuk penampilan perdana di ajang Asia-Pacific ini.
Ketiganya mewakili Indonesia berlomba dengan pembalap-pembalap lain dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, Selandia Baru.
Menariknya, di kelas regular, R3 Pro dan Superstock 600 cc, ada beberapa pembalap dari Thailand yang ikut merasakan panasnya persaingan di Indonesia.
"Kami support mereka agar bisa bersaing di Indonesia, harapannya YSR menjadi kompetisi yang bisa memvalidasi skill mereka di tingkat Asia Tenggara," ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT YIMM.
Nama pembalap profesional seperti Anupab Sarmoon dan Krittapat Keankum ikut turun dibantu tim local Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS.
Selain pembalap profesional, ternyata sekarang banyak juga pembalap 'bule' yang terlihat bersaing di kelas komunitas.