GridOto.com - Menyusul Indonesia, Jaecoo J5 EV kini sudah dibuka keran pemesanannya di Malaysia.
Melansir Paultan, J5 EV ini nantinya akan dirakit secara lokal (CKD) di pabrik Chery Corporate Malaysia di Shah Alam yang sudah beroperasi pada Juni 2024.
Dari segi spesifikasi, mobil ini menggendong motor listrik depan berkekuatan 208 hp atau 155 kW dan torsi 288 Nm mampu melesatkan mobil ini dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,7 detik dengan kecepatan maksimal 175 km/jam.
Motor listrik tersebut ditenagai oleh baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 58,9 kWh dari CATL yang mampu menempuh jarak hingga 402 km berdasarkan standar WLTP.
Perlu dicatat bahwa kapasitas baterai J5 EV versi Malaysia ini lebih besar daripada versi yang dijual di Thailand (50,6 kWh), namun sedikit lebih kecil dibandingkan versi Indonesia (60,9 kWh).
Untuk pengisian daya cepat DC dibatasi hingga 130 kW, di mana pengisian dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 28 menit.
Tersedia juga pengisian daya AC dengan daya maksimal 11 kW (10-80% dalam waktu tujuh jam).
Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan sistem vehicle-to-load (V2L) dengan output daya 3,3 kW.
Baca Juga: JAECOO J5 EV Masih Laris Manis, Apa Kabar JAECOO J7 dan J8 SHS?
Memiliki dimensi panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.620 mm, ukuran luar J5 EV ini sebanding dengan mobil-mobil seperti Honda HR-V, Proton X50, dan Chery Tiggo Cross.
Kalian pun bisa membedakan J5 EV dengan versi bensinnya dari tampilan wajah depan.
Versi listrik menggunakan gril tertutup yang lebih kecil serta lubang udara bawah berbentuk persegi panjang dengan katup aktif (active shutter), bagian berlubang (perforasi), dan tirai udara yang lebih samar.
Desain velg paduan 18 inci juga berbeda dengan konsep aero dua warna, sementara soket pengisian daya otomatis terletak di fender depan sebelah pengemudi.
Di bagian dalam, versi EV mendapatkan kluster instrumen digital 8,88 inci dan layar sentuh infotainment format vertikal (potret) berukuran 13,2 inci yang sama.
Fitur lainnya meliputi kursi depan elektrik dengan fungsi ventilasi udara, atap kaca panorama, AC dual-zone, Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel, bantalan pengisian daya nirkabel 50-watt, kamera 360 derajat, dan pintu bagasi elektrik.
Tersedia juga Mode Hewan Peliharaan (Pet Mode) dan Mode Berkemah (Camping Mode).
Fitur keselamatan juga tampaknya akan diadopsi penuh dari versi bensin, yang mencakup enam kantong udara (airbag) dan sistem asisten pengemudi (ADAS) seperti pengereman darurat otonom (AEB), sampai peringatan saat membuka pintu (door opening warning).
Baca Juga: Seirit Ini Konsumsi Listrik MGS5 EV Magnify Max Vs JAECOO J5 EV
J5 EV akan ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yaitu Alpine Green, Fjord Grey, dan Carbon Crystal Black.
Pilihan palet warna ini sepenuhnya berbeda dari J5 versi bensin yang tersedia dalam pilihan warna Glacier Blue, Canyon Black, Zircon Gray, dan Snowy White.
Untuk banderolnya, SUV listrik punya estimasi harga mulai dari RM 125.000 (sekitar Rp 443,7 juta).
Dengan estimasi harga tersebut, versi J5 EV ini lebih mahal RM 17.000 (sekitar Rp 60,3 juta) dibandingkan saudara kembar versi bensinnya, yang hadir dalam varian tunggal penggerak roda depan (2WD) seharga RM 108.000 nett (sekitar Rp 383,4 juta) di luar biaya on-the-road dan asuransi.
Sebagai pembanding, di indonesia mobil ini dibanderol Rp 279.900.000 untuk tipe EV Standard dan Rp 309.900.000 untuk EV Premium.
Kalau dihitung selisih harganya tembus Rp 100 jutaan.
Hal ini terjadi karena pemerintah Indonesia memberikan insentif pajak yang sangat agresif untuk mobil listrik murni (EV), terutama bagi produsen yang berkomitmen melakukan perakitan lokal.