GridOto.com - Tak sedikit pengguna kendaraan baru mengisi bensin ketika indikator berkedip atau sudah mendekati huruf E.
Kebiasaan ini memang sering dianggap sepele, namun nyatanya berdampak pada komponen penting di sistem bahan bakar kendaraan.
Di media sosial ramai disebutkan bahwa bensin tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi untuk mesin, tetapi juga membantu mendinginkan dan melumasi pompa bahan bakar yang berada di dalam tangki.
Ketika volume bensin terlalu sedikit, pompa bahan bakar disebut bekerja dalam kondisi yang lebih panas karena tidak lagi terendam secara optimal.
Jika kebiasaan ini terus dilakukan dalam jangka panjang, umur komponen tersebut dikhawatirkan bisa makin pendek.
Selain itu, tangki yang hampir kosong juga berpotensi membuat endapan kotoran di dasar tangki lebih mudah ikut tersedot ke sistem bahan bakar.
Lantas, benarkah membiarkan bensin kendaraan menipis hingga indikator mendekati garis merah dapat berdampak pada mesin?
Dosen Departemen Teknik Mesin Industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhadi, mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Baca Juga: Ternyata Rekomendasi BBM Kendaraan Bisa Dicek dari Sini Loh Gaes
Menurutnya, pompa bahan bakar pada sepeda motor telah dirancang pabrikan agar tetap mampu bekerja dalam berbagai kondisi jumlah bahan bakar di dalam tangki.
"Pompa bahan bakar motor biasanya berprinsip membran atau sentrifugal (rotary) yang digerakkan oleh motor hermetik atau motor yang kedap cairan," kata Jayan, Jumat (17/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, produsen kendaraan telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan saat merancang sistem bahan bakar sehingga komponen tersebut tidak mudah mengalami kerusakan hanya karena bensin berada di level rendah.
"Pabrikan sudah merancang sedemikian hingga kuat dalam berbagai macam skenario kondisi bahan bakar. Itu mitos saja," ujarnya.
Jayan menjelaskan bahwa bensin memang memiliki fungsi membantu mendinginkan pompa bahan bakar (fuel pump).
Namun, hal itu bukan berarti fuel pump akan langsung rusak ketika volume bensin di dalam tangki tinggal sedikit atau indikator sudah berkedip merah.
"Memang bensin bisa menjadi pendingin. Tapi tanpa bensin pun fuel pump enggak semudah itu rusak," kata Jayan.
Maka dari itu, masyarakat tidak perlu khawatir apabila sesekali mengendarai motor saat indikator bensin sudah memasuki zona merah.
Baca Juga: Pemilik Mobil Wajib Tahu Cara Melihat Rekomendasi Jenis BBM!
Lebih lanjut, Jayan mengatakan, membiarkan bensin hampir habis pada dasarnya tidak memberikan dampak langsung terhadap mesin maupun pompa bahan bakar.
Risiko yang paling mungkin terjadi justru motor kehabisan bensin di tengah perjalanan.
"Dampaknya ke motor sih enggak ada. Yang ada Anda bisa kehabisan bensin di tengah jalan," ujarnya.
Alih-alih karena bensin tinggal sedikit, Jayan menyebut terdapat beberapa faktor yang lebih berpengaruh terhadap umur pakai pompa bahan bakar.
Menurut dia, kerusakan fuel pump umumnya disebabkan oleh usia pemakaian serta masuknya kontaminan ke dalam tangki bahan bakar.
"Yang bisa membuat fuel pump rusak itu umur, ada kotoran masuk, atau ada air masuk ke tangki," kata Jayan.
Oleh karena itu, disarankan bagi pemilik kendaraan tetap menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan memastikan bahan bakar yang digunakan tidak tercampur air atau kotoran agar sistem bahan bakar tetap bekerja optimal.