Bukan Karena Isi Bensin Saat Indikator E, Ahli Ungkap 3 Penyebab Fuel Pump Motor Jebol

By , Minggu, 19 Juli 2026 | 14:30 WIB

Ilustrasi mengisi BBM Premium di SPBU (foto diambil sebelum Pandemi Covid-19) (Pradana/GridOto.com)

GridOto.com - Tak sedikit pengguna kendaraan baru mengisi bensin ketika indikator berkedip atau sudah mendekati huruf E.

Kebiasaan ini memang sering dianggap sepele, namun nyatanya berdampak pada komponen penting di sistem bahan bakar kendaraan.

Di media sosial ramai disebutkan bahwa bensin tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi untuk mesin, tetapi juga membantu mendinginkan dan melumasi pompa bahan bakar yang berada di dalam tangki.

Ketika volume bensin terlalu sedikit, pompa bahan bakar disebut bekerja dalam kondisi yang lebih panas karena tidak lagi terendam secara optimal.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan dalam jangka panjang, umur komponen tersebut dikhawatirkan bisa makin pendek.

Selain itu, tangki yang hampir kosong juga berpotensi membuat endapan kotoran di dasar tangki lebih mudah ikut tersedot ke sistem bahan bakar.

Lantas, benarkah membiarkan bensin kendaraan menipis hingga indikator mendekati garis merah dapat berdampak pada mesin?

Dosen Departemen Teknik Mesin Industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhadi, mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Ternyata Rekomendasi BBM Kendaraan Bisa Dicek dari Sini Loh Gaes

Menurutnya, pompa bahan bakar pada sepeda motor telah dirancang pabrikan agar tetap mampu bekerja dalam berbagai kondisi jumlah bahan bakar di dalam tangki.

"Pompa bahan bakar motor biasanya berprinsip membran atau sentrifugal (rotary) yang digerakkan oleh motor hermetik atau motor yang kedap cairan," kata Jayan, Jumat (17/7/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, produsen kendaraan telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan saat merancang sistem bahan bakar sehingga komponen tersebut tidak mudah mengalami kerusakan hanya karena bensin berada di level rendah.