Dalam pengujian tersebut, SUV ini memanfaatkan radius putar yang ringkas serta fitur Multi Around Monitor (MAM) with Moving Object Detection (MOD) untuk membantu pengemudi saat parkir maupun melintasi jalan sempit.
Soal sistem hybrid, impresi pertama yang dirasakan juga cukup positif. Perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin bensin berlangsung halus sehingga tidak terasa mengganggu saat berkendara.
Menariknya, Mitsubishi Xforce Hybrid juga dapat melaju menggunakan tenaga motor listrik melalui EV Mode.
Pengemudi cukup menekan tombol mode berkendara yang berada di dekat tuas transmisi untuk mengaktifkannya, selama kondisi baterai memungkinkan.
Selain EV Mode, Mitsubishi turut membekali Xforce Hybrid dengan enam mode berkendara, yakni Tarmac, Charge, Normal, Wet, Gravel, dan Mud.
Masing-masing mode dirancang untuk menyesuaikan karakter tenaga dan traksi sesuai kondisi jalan yang dihadapi pengemudi.
Baca Juga: Mitsubishi Ungkap Rahasia Panoramic Roof New Xforce Hybrid Tetap Sejuk di Siang Hari
Soal kenyamanan, perubahan yang cukup terasa datang dari sektor suspensi.
Dibanding Xforce generasi sebelumnya, bantingan suspensi kini terasa lebih matang.
Hal ini sejalan dengan penyempurnaan yang dilakukan Mitsubishi pada sektor suspensi sehingga mobil terasa lebih nyaman ketika melintasi berbagai kondisi jalan.
Selain itu, MMKSI juga menyebut Xforce Hybrid menawarkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan senyap berkat penggunaan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi kedua milik Mitsubishi Motors.
Executive Vice President PT MMKSI, Maasaki Fujiwara, mengatakan berbagai penyempurnaan yang diberikan pada New Xforce mendapat respons positif dari para jurnalis yang mengikuti media test drive.