Ikuti Jejak Marc Marquez, Ini Alasan Joan Mir Rela Cabut Dari Honda ke Tim Satelit Ducati

By , Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:45 WIB

Joan Mir (Instagram HRC MotoGP)

GridOto.com - Mantan juara dunia MotoGP, Joan Mir, mengaku rela melepas status sebagai pembalap tim pabrikan.

Pengorbanan itu siap dilakukan demi bisa menunggangi motor yang jauh lebih kompetitif.

Sepanjang delapan tahun kariernya di kelas utama MotoGP, pembalap asal Spanyol ini selalu membela tim pabrikan besar, mulai dari Suzuki hingga Honda.

Namun, setelah hanya mampu meraih dua kali podium selama hampir empat musim bersama Honda, Mir akhirnya memilih pindah haluan.

Ia mengikuti jejak mantan rekan setimnya di HRC, Marc Marquez, dengan bergabung ke tim satelit Gresini Ducati mulai musim 2027 tepat saat MotoGP memasuki era baru mesin 850cc dan ban Pirelli.

"Saat pindah ke tim satelit, ada banyak hal yang harus dikorbankan, Anda pasti bisa membayangkannya. Tapi, ini adalah langkah yang memang sangat saya inginkan," ungkap Mir melansir Crash.net.

"Keputusan ini penuh risiko, karena dengan motor yang kompetitif, kemampuan Anda yang sebenarnya akan langsung terlihat jika gagal tampil bagus. Tapi, ini risiko yang berani saya ambil." tambahnya.

Baca Juga: KTM Tolak Keras Aturan Satu Motor MotoGP, Dianggap Merusak Tontonan

Mir menyadari waktu berkarier di dunia balap tidaklah panjang. Saat ini usianya menginjak 29 tahun, dan ia baru saja menandatangani kontrak baru untuk dua musim ke depan.

Meski membela tim satelit Gresini, Mir kabarnya tetap akan mendapatkan motor dengan spesifikasi pabrikan.

Ia juga menyebut daftar panjang kecelakaan yang dialaminya akhir-akhir ini sebagai bukti nyata bahwa dirinya masih punya motivasi besar untuk sukses di MotoGP.

"Kalau saya masih terus memacu motor sampai batasnya, jatuh hampir setiap minggu, lalu bangkit dan mencoba lagi tanpa pernah menyerah... itu karena saya masih sangat 'lapar' dan sangat menginginkan kemenangan," tegas Mir.

"Ini soal apa yang saya rasakan di dalam hati. Saya ingin kembali ke tempat yang memang layak untuk saya. Saya melakukan ini bukan untuk orang lain, karena orang-orang biasanya cepat lupa, entah itu hal baik atau buruk. Saya melakukan ini demi diri saya sendiri." ujarnya.

"Kalau saya memutuskan pensiun sekarang, mungkin nanti saat sedang bersantai di pantai, saya akan menyesal dan berkata: 'Andai saja dulu saya lanjut dua tahun lagi, mungkin saya bisa meraih sesuatu yang lebih besar.' Dan itulah yang ada di pikiran saya saat ini," tutupnya.